What to Do When You Miss People Back Home

Standard

OK, so today’s blog is gonna discuss on “What do Do When You Miss People Back Home”.

Step number one.

Just kidding.

I also do not know what to do! Saran klasik adalah ajak mereka telp-telpan via Skype. Atau jalan-jalan keluar sama teman baru di negara baru. Yeah, I know you have known that already. I don’t need to tell you that.

I am writing today just to remind you one thing: IT’S A VERY NORMAL.

It’s very normal, walaupun dalam keadaan normal kamu biasanya manusia tough yang jarang nangis.

It’s very normal, walaupun biasanya kamu cukup mandiri dan bisa kemana-mana sendiri.

Kayaknya jari tangan saya hampir habis menghitung beberapa kali saya rasanya pengen nangis sendirian di kamar karena kangen sama orang-orang di kampung halaman. Dan dasar saya anak durhaka, saya pun lebih sering kangen sama sahabat-sahabat saya daripada sama keluarga saya. HAHAHHAH. Bukannya kenapa-kenapa, sepertinya semakin saya dewasa, semakin saya berusaha untuk tidak bergantung sama keluarga. Tapi kan namanya juga manusia, tetap butuh support system.

Dan akhirnya support system saya yang baru adalah ya, sahabat-sahabat saya. Saya mengkategorikan sahabat-sahabat saya sedemikian rupa, sampai saya pun sudah tahu kalau mau curhat ini harus menghubungi sahabat yang mana untuk memperoleh saran seperti apa. Kalau mencari format saran yang berbeda, ya hubungi sahabat yang lain lagi.

Nah, once you’ve moved to a new country, mendadak kamu harus jalan sendiri, tanpa ada support system yang bisa dijangkau dengan mudah. Apalagi kalau kamu datang dari negara macam Indonesia yang internetnya suka cupu. Duh, mau Skype calls aja pake doa, biar nggak keputus di tengah jalan, atau keputus-putus suaranya dan akhirnya bikin males ngobrol.

Thank God for social media, saya pun masih update sama kabar sahabat-sahabat saya via Twitter dan Path. You know what is happening with them, they know what is happening with you.

But well, we cannot cope with life in a new place, if we keep wishing we are back home, can we?

So, here are some things that may help you coping with this kind of problem.

Intinya sih :

1. Face it. Accept it. And deal with it.

Maksudnya adalah, ya terima aja, you’re not there with them.You’re living in a new place. If you need a new support system, go get one. Tapi memang nggak bisa dipaksain sih. Saya sudah kenal sahabat-sahabat saya selama bertahun-tahun sebelum mereka akhirnya jadi support system. Begitu juga support system kita yang baru nanti. If Phil Collins said you can’t hurry love, oh, you just have to wait (sorry, I can’t help it. Just heard this song yesterday and sung along with it and almost made my companion trembled with fear hahah) — this also goes for friendship. Dari kenalan, pelan-pelan jadi temen, lalu jadi sahabat. Terima aja memang itu prosesnya.

2. Go out, be a friend. And you will find friends. 

Being nice and friendly gets you far. Ask people questions. Get to know them. Kalau ketemu teman yang kira-kira nyambung di event ramai-ramai, buat foto bareng. Lalu add mereka di Facebook dan tag beberapa yang dikenal. Nanti mereka juga akan tag orang-orang lain yang ada di foto itu, dan kamu bisa add mereka juga.

Kalau kamu tipe orang yang “duh nggak mau ah add orang di Facebook yang baru ketemu sekali” — YA JANGAN POST SESUATU YANG PERSONAL BANGET DI FACEBOOK. Karena sesungguhnya pas di sini berasa banget pentingnya Facebook. Undangan ke event ini itu, ke house party ini itu, atau mass message ajakan nongkrong setelah jam kantor .. ya adanya di Facebook.

Nah, udah jadi Facebook-friends? Dari situ kamu bisa mulai tegur  teman-teman baru ini. Ikut-ikutan komen di foto-foto bersama as event. Sering-sering nge-Like status orang di Facebook (itulah yang dilakukan teman-teman baru saya. Saya nge-post bahwa saya di bandara mau balik ke Jakarta aja, total ada 17 orang yang nge-Like, dan 12 di antaranya teman-teman baru. Aaaaw) – sepertinya “Like” itu jadi bentuk perhatian baru di jaman digital. Atau mungkin teman-teman saya di Sinjiapoh aja yang overly connected. Tapi apapun alasannya, klik ‘Like’ itu terasa seperti perhatian. Sungguh. Tapi mungkin saja saya yang defisiensi afeksi. HAHAHAHH.

Nah, kalau udah ketemu beberapa orang yang nyambung di 2-3 event, mulai tukeran nomor telepon, dan whatsapp mereka sesekali. Ngobrol ini itu lah. Ajak ketemuan, nongkrong dimana gitu .. ask questions, get to know them – what brings them here, what they do for a living, what kind of stuff they do .. singkatnya sih,  be a friend.

And soon, you will find yourself surrounded by many friends, who are Like-ing your Facebook posts, inviting you to events, texting you to catch up over drinks or meal .. and the next thing you know, you no longer have those lonely nights anymore🙂

3. Curhat selectively.

Kotak-kotakin curahan hati yang mau dicurhatkan (struktur bahasa apa ini). Curhat yang mendalam dan komprehensif, sampaikan via Skype/BBM/Whatsapp ke sahabat di hometown. Curhat yang agak shallow (misal, baru kencan sama cowok blangsak, atau curhat soal diskriminasi warga lokal yang rasis) bolehlah dishare ke temen baru. Hati-hati, namanya juga temen baru – they don’t know you that well. So you have to select which stuff to tell them, which stuff to BBM people back home. Jangan semua orang dicurhatin semua hal. Apalagi kalau menyangkut orang yang mereka kenal (seblangsak apapun dia yang baru kemarin kamu kencani .. hahahah) – be careful of what you’re saying🙂

4. Be present on events

Kalau bisa, awal-awal rajin-rajin datang ke event ngumpul-ngumpul. Biar makin eksis. Biar hubungan pertemanan makin mantap. Jangan susah diajak nongkrong, there will come a day when they just stop inviting you.

Kalau kira-kira pertemanan sudah mantap, mulailah selektif. You don’t want to lose yourself in the process, do you? Do things you don’t mind doing, but if you think it’s too much .. just step back. Semua orang punya batasan masing-masing. Don’t feel bad about it. Saat mereka share sesuatu dari ‘malam dimana kamu pulang terlalu cepat karena mereka sepertinya tak henti-hentinya berpesta’  di Facebook — give a comment like “I wish I was there, it looks super fun!” dan libatkan diri dalam percakapan yang terjalin di comment boxes itu. Dengan demikian eksistensi tetap terpelihara.

Apalagi ya? Sepertinya yang esensial itu saja.

Tips di atas sudah teruji berhasil sih. Mungkin kalau di negara lain beda ya situasinya, mungkin bukannya pakai Facebook, orang-orang di sana pakai Myspace (APAAAA? ITU NEGARA ADA DI TAHUN BERAPA SIHHHH?) – lain ladang kan lain belalang. Tapi sepertinya sih dasar-dasarnya sama.

And well, there will be times when your best friend back home visits you in your new place. Kalau sudah begitu, ajak saja mereka hangout sama teman-teman barumu. Pengalaman saya sih, teman-teman baru saya selalu memperlakukan sahabat-sahabat saya seperti teman mereka juga. Bahkan ikutan add mereka di Facebook. I definitely do that to my new friends’ bestfriends that hung out together with me🙂

Have fun finding friends!

 

2 thoughts on “What to Do When You Miss People Back Home

  1. Terkadang kalo nasib anak kos alias pengembara seperti kita ini pasti merasakan hal2 dimana kita sangat rindu orang2 terdekat, bukan karena kita susah bersosialisasi jg sebenarnya.
    Aku juga sekarang begitu, apalagi kalo udah weekend rasa berasa bangeet ‘sendiri’nya walaupun sebenarnya ada temen tapi nggak gitu deket.
    Mau bergaul nggak tau komunitas mana atau apa yang mau aku ikuti… huhuuu, apalagi hari – hari udah capek kerja, ada temen dikantor lumayan deket tapi cowok udah mau married pula aaah semakin parahlah ntar rasa sepi aku (kenapa aku malah curhat yah) hahahaa

    • citsav

      hahaha gapapa, normal kok. Tapi sebenernya sih dapat temen/nggak, balik lagi ke kita ya. Emang kayak restart proses lagi, karena mulai dari awal – nggak kenal siapa-siapa, sampai akhirnya ketemu orang yang kemudian bisa jadi teman.
      ayoooo kamu bisaaa🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s