Welcome to Singapore-lah!

Standard

OK. So I have been wanting to write for a while. About what? Well, mostly about all the things I have FORCEFULLY learned since I moved to Singapore. Hahaha.

Jadi ya, saya itu kan termasuk tukang jalan. Seneng banget traveling kesana-kemari. Dan selalu punya keinginan terpendam untuk tinggal di negara lain. Actually live there, nggak cuma me-nuris selama beberapa hari / beberapa minggu. Lalu, kesempatan itupun datanglah.

Seorang teman, yang sudah pindah bekerja di Singapura sejak tahun lalu, mendadak BBM dan nanya apakah saya masih tertarik kerja di negara ini. BBM itu datang hampir setahun sejak saya bilang sama dia dalam salah satu kunjungan main saya ke Singapura, “Eh bok, bilang-bilang dooong kalo ada lowongan di Singapura ya! Pengen deh kerja di sini,” — hampir setahun kemudian dia ingat omongan saya, dan menawarkan saya untuk kirim CV ke kantornya, sebuah agensi iklan global yang sedang membutuhkan account manager orang Indonesia untuk menangani beberapa brand, tapi untuk pasar Indonesia.

Jadilah, tak sampai dua bulan kemudian saya tiba di Singapura menggunakan tiket sekali jalan dengan satu koper besar. Tadinya dua sih, sama satu koper yang lebih besar lagi, tapi kesangkut di kelebihan bagasi — yang biayanya cukup untuk membeli 1 tiket baru (jadi diputuskan nanti ibu saya akan datang ke Singapura membawa koper tersebut, because she planned to come over in 1-2 weeks anyway)

Reaksi saya: JIPER GILA.

Ternyata ke Singapura dengan mindset “jadi turis” dan “pindahan” itu beda banget. Dan salah satu keperluan yang mendesak adalah mencari apartemen, kalau bisa sebelum mulai bekerja 3 hari kemudian.

Saya punya TIGA HARI SAJA untuk mencari tempat tinggal  -____-

Ya anyway, berkat bantuan website http://www.easyroommate.com.sg (very recommended untuk yang nyari tempat tinggal di Singapura) – saya survey beberapa apartemen dengan range sewa yang berbeda-beda. Setelah sukses melampaui kekagetan saya melihat harga sewa property di Singapura yang mahal banget.

Bayangin aja, dengan harga SGD 700-1000 (sometimes, 1100) kamu cuma bisa dapatin common room (ini sebutan untuk kamar tanpa kamar mandi dalam) — sementara kalau dikurs-in, di Jakarta kamu bisa sewa seluruh apartemen di Kuningan dengan harga yang sama.

But okay, standar gaji kan juga beda ya. So, I sucked it up, dan mulai menerima keadaan. Mulai janjian sama empunya apartemen atau fellow flatmate untuk melihat kamar yang ditawarkan.

Jadi ini patokan-patokan memilih apartemen :

1. Pegang peta MRT

Selalu tanya stasiun MRT paling dekat itu apa. Karena percaya atau tidak, MRT itu memang solusi transportasi paling nyaman di Singapura. Bis umumnya juga nyaman sih, tapi seringnya kita harus menghabiskan lebih banyak waktu menanti bis datang (bisa sampai 7-15 menit), dibanding durasi perjalanannya.

Dan hati-hati kalau kamu harus transit MRT untuk pindah jalur. Biasanya stasiun interchange itu gede banget, dan di beberapa stasiun, kita harus jalan lumayan jauh juga. Jadi kalau bisa pilih apartemen yang sejalur MRT sama kantor.

2. Jangan percaya durasi jalan orang Singapura

Saya pun belajar untuk tidak mempercayai patokan orang Singapura saat mereka kasih info “only xxx minutes walk from MRT/bus stop” — duh, orang di Singapura jalan-nya cepet-cepet banget, dan biasanya mereka kasih patokan durasi tercepat untuk mencapai MRT/halte bus dari apartemen mereka (untuk menjadikan apartemen mereka terlihat lebih atraktif secara lokasi).  Jadi kalau mereka bilang “10 minutes walk from MRT” — percaya deh, itu udah jauh. Realitanya bisa sekitar 15 menit kalau jalan normal.

3. Tanyakan pertanyaan-pertanyaan wajib

Seperti :

a. Boleh pakai dapur?

Percaya deh, banyak apartemen yang melarang tenant-nya untuk menggunakan dapur, bahkan untuk masak minimal sekalipun

b. Boleh terima tamu menginap?

Banyak apartemen yang melarang tenant-nya untuk terima tamu berkunjung, apalagi menginap.

Kalau berhasil menemukan apartemen yang lokasinya oke, boleh pakai dapur (dan seluruh perlengkapan di dalamnya) sesukanya, boleh terima tamu menginap, dan bebas menggunakan common area (seperti meja makan, ruang TV, dllst) — selamat, you’ve hit the jackpot!🙂

Selama dua hari itu, saya lihat-lihat apartemen di Dover, Orchard, Farrer Park/Little India dan Tiong Bahru. Ada yang katanya deket sama MRT tapi kenyataannya jauh banget. Ada yang katanya deket Orchard, tapi ternyata harus ke bagian belakang mall, jalan sedikit, nyeberang jembatan, lalu jalan lagi ke kompleks apartemen, lalu jalan lagi ke gedung apartemen, lalu naik ke lantai 4 ..  -___-

Anyway, di hari terakhir saya menemukan kamar yang saya tempati sekarang, bentuknya HDB 3 kamar dan 2 kamar mandi, yang saya share dengan dua orang Filipino kakak beradik. Ada hawker centre di kompleks apartemen yang sama, dan pintu masuk ke stasiun MRT pas di ujung hawker centre itu.

Dan sampai sekarang saya juga masih kabur dengan apa bedanya HDB dengan apartemen. Yang pasti HDB ini harga pasarannya lebih murah daripada condo, biasanya high-rise (ada lift-nya) tapi tidak ada fasilitas kelengkapan lain seperti kolam renang atau gym. Dan apartemen saya lokasinya cukup di tengah, dan tepat berseberangan dengan plaza (yang ada bioskopnya!) Lumayan banget. Hahaha.

Long story short, saya pindah ke apartemen itu di hari yang sama, dan langsung unpacking. Lemari baru akan datang akhir minggu itu, tapi biarin aja, rasanya udah lega banget, at least satu masalah terselesaikan. I might be friends-less, but at least I have somewhere to sleep and put my stuff!

 

Now here’s the fun part of the relocation :

Now I have a VALID reason to finally go on shopping spree at IKEA.

Which I did. I went there and I shopped. I am officially an IKEAholic now. Hahahaha.

 

Anyway, i start to ramble here.

I think this is pretty OK for a first post. After years not blogging/writing at all🙂

Hope you enjoy this posts — there will be more to come, I promise!

Image

 

Intinya sih,

 

WELCOME TO SINGAPORE, LAH!

 

 

2 thoughts on “Welcome to Singapore-lah!

  1. christine

    aaaakkk. i feel youuu… sama jg waktu pindahan ke spore 3 bln lalu bener2 cengok ngokk. nyampe jam 4 sore kondisi homeless. jam 11 malem br dpt apartment. :p and the room rate nggak nyante sama sekali yaaaa. :))))

    • cherrygarcias

      aaah Christineee maaf ya, aku lupa approve kemaren. Hahahah. btw itu cuma beberapa jam dpt apartment hebat banget lho😀 *kagum*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s