Soul-peeking

Standard


Saya baru menyadari bahwa saya punya weak spot untuk lelaki-lelaki yang bergerak di bidang visual. (Yak, setelah memacari satu orang fotografer, satu orang videografer dan mengencani seorang documentary videographer slash photographer akhirnya keluar juga kesimpulan ini hahahah agak lamban yaaa mikirnya ahaha)

Tapi nggak sembarangan juga sih. Weak spotnya cuma berlaku untuk fotografer / videografer yang dapat menghasilkan images seperti ini :

East Cuba
through the lens of Juan Herrero



Ways of Seeing
through the lens of Steve McCurry


The War in Iraq
through the lens of James Nachtwey


Yaaaa nggak usah semilitan James Nachtwey juga sih.
Itu sih photojournalist yang udah kapiran banget. Kerjaannya berpindah dari satu darah konflik ke daerah konflik lain. Konon dia pun hidup sendirian, karena seperti photojournalist lainnya, keberadaan istri dan anak justru memperberat langkah dia untuk berburu foto – karena dia pasti akan lebih takut mati (kalaupun dia nggak takut, istri dan anaknya pasti takut dia mati hahaha)
* BTW, kalau mau tahu kisah dia, nonton film dokumenter War Photographer aja. Film itu pada dasarnya menguntit Nachtwey berburu foto, termasuk saat kerusuhan rasial di daerah Matraman

Saya pernah bertemu Juan Herrero (yang buat foto East Cuba di atas) di Bali. Orangnya masih muda (bahkan lebih muda dari saya) dan ganteng. Ahahaha.

Selama tiga bulan di tinggal di Bali dan bekerja di salah satu NGO lokal, dia membuat beberapa photostory (yaitu kumpulan beberapa foto yang mengangkat satu tema dan ada ceritanya) dan di antaranya adalah tentang para pelacur transgender di Bali yang kemudian dimuat di salah satu majalah (saya lupa linknya .. maaf yaa)

Dia juga sempat membuat beberapa foto dokumentasi biasa di saat NGO tempat dia bekerja membawa anak-anak di salah satu desa di Bali timur mengunjungi Bali Safari-Marine Park (bisa dilihat di sini)

Terlepas dari kenyataan bahwa dia ganteng (kyaaaaa!), I gotta say that his photos make him even more interesting.

Kenapa?
Because you can see how someone sees things, through photos/video he takes.

Jadi melihat hasil foto seseorang itu kayak melihat sesuatu dari sudut pandang dia.
These photos shows what kind of things that interest him.
What kind of small things he notices when he sees something in front of him.

(OK, are these clear enough? Saya juga jadi bingung ngejelasinnya gimana hahahaha)

Saya pernah mendadak jadi jatuh cinta setelah melihat album hasil foto karya seseorang di Facebooknya, padahal saya baru kenal sama dia.
I just like how he sees things!
Dia bisa melihat hal-hal yang mungkin nggak disadari / nggak kelihatan, kalau orang lain (bukan dia) yang berdiri di posisi pengambilan foto-foto itu.

Apalagi setelah saya tahu cerita-cerita di belakang foto itu. Makin jatuh cinta deh saya. Hahahaha.

Entah ya, mungkin efek ini beda ke orang lain ya. Yang pasti sih weak spot saya di situ.
Mungkin bukan keindahan fotonya yang bikin saya tertarik. Bukan juga ketinggian teknik maupun kecanggihan efek yang digunakan. Apalagi harga kamera yang ditenteng.

Saya percaya setiap orang memiliki angle masing-masing dalam melihat sesuatu. Angle that is defined by things that move him or interest him.

And photographs are the easiest way to see what kind of things that he’s interested in.
Things that are able to move his heart.

And through it,
you can peek into his soul and see what kind of person he is
*tsaaahh*

Jadi intinya sih, pertanyaan akhirnya adalah :
How to peek into the soul of someone that cannot take decent photographs?!

Entah ya, saya juga belum tahu.
Hahahaha.
*kabur*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s