Be a Good Person

Standard
Alkisah,
(tsahhh gaya bener deh postingan saya dimulai sama kata ‘alkisah’) 
ceritanya dulu sekitar 2,5 tahun yang lalu, saya pernah dekat sama seseorang. 
we met up at some getaway trip, and then we started to date for few weeks after that. Periode berkencannya cukup menyenangkan – we went out a few times, we even went on some weekend getaway outside the city, we had dinner at a rooftop restaurant under the moonlight, and he even cooked for me for a private dinner at his place for my birthday.
(at the second thought, sepertinya tahun itu adalah salah satu tahun yang langka, dimana saya ulang tahun pada saat SEDANG happily dating / having relationship with someone. biasanya setiap ulang tahun pasti lagi nggak ada siapa-siapa, atau nggak pasti lagi huruhara jadi boro-boro happy dan ngerayain bareng, yang ada malah bete-betean hahaha)
So yes, overall it was pretty good – although i was pretty sure at that time he also partied around with some other girls when we were dating. Well, we weren’t in a relationship anyway so we weren’t exclusive, tapi setidaknya waktu itu dia masih punya decency untuk nggak menunjukkannya di depan saya lah. Hahahaha. 
Anyway, things happened after few weeks. 
Things like : saya stress berat sama kantor sampai saya merasa terlalu takut untuk minta izin keluar kota pada suatu weekend, padahal saya sudah janji mau pergi sama dia — dan dia akhirnya pergi ke luar kota (yang agak jauhan) sendirian untuk beberapa minggu. 
And everything ended when one day, when he was away in that trip, one random girl (who happened to be a random multiply contact of mine – jaman-jaman saya belum segitu ketatnya menyeleksi contacts saya di multiply) uploaded her picture with the same guy.
They obviously dated (and maybe slept together i have no idea) so i just stopped contacting him at that instant (and he also did the same). 
Kita ketemu lagi di sebuah konser di stasiun TV beberapa bulan kemudian, barengan beberapa teman yang lain – and man, that was awkward. 
Anyway, beberapa bulan kemudian saya dengar dia pindah keluar negeri, dan akhirnya kita ketemu lagi di Facebook. Ya udah, sampai sekarang pun masih kontak, we sometimes write on each other’s wall, or send casual messages. Dia juga sempat menelepon saya cukup lama saat saya sakit tipes pertengahan tahun kemarin, dan berpesan kalau ada apa-apa saya tinggal sms dia aja, dan dia pasti akan telepon saya.
Oh well, we’re basically friends now.
Nah, kenapa saya tahu-tahu menulis tentang ini?
Karena pesan dia di Facebook yang baru saya baca pagi ini.
Jadi beberapa bulan yang lalu saya mengirimkan pesan ke dia. Saya kehilangan nomor ponsel dia, dan sekalian menyinggung kalau saya mau trip ke kota yang pernah dia kunjungi (dan ketemu perempuan itu). Dia tidak membalas. I assumed he was offended i brought that case up, akhirnya saya diamkan saja. 
Semalam, kira-kira beberapa bulan kemudian setelah itu, saya kirim message lagi. Secara jujur menanyakan apakah dia tersinggung sama kata-kata saya, dan menjelaskan maksud saya waktu itu. 
Then he replied, and said some unexpected things.
Bahwa dia nggak marah sama saya – dia malah sebenarnya kangen sama saya. 
He still thinks of me every now and then, dan sampai sekarang dia masih merasa bahwa dia telah melewatkan sebuah “opportunity of love” – he knows something special was happening between us, dan dia masih menyesal waktu itu dia nggak mengambil kesempatan itu. 
Karena semua inilah, dia menjaga jarak sama saya.
(i kinda fail to see a logical explanation between these facts – tapi katanya kita memang agak sulit berkomunikasi casual sama seseorang kalau kita punya “muatan emosi” sama orang tersebut. jadi mungkin itu alasannya).
and i was like, 
WHAT?
jadi ya, message saya sebelumnya itu sumpah standar banget. i didn’t ask anything in particular, i didn’t talk about anything serious, or whatever past that happened between us. 
saya mengira dia akan membalas seperti biasanya – dia lagi sibuk apa, abis darimana, atau apapun cerita remeh temeh dari hidupnya dia sekarang.
but then he sent me the message, saying those words.
saya bengong.
Ok, bisa aja sih dia ngegombal aja ngomong gitu. tapi harusnya sih tak ada alasan kuat untuk dia repot-repot menggombal. Kenapa?
1. Well, we haven’t met for years (tahun lalu dia datang ke jakarta, tapi kita nggak ketemuan), and i doubt we’ll meet again sometime soon. the closest will be when he travels here next july/august, tapi belum tentu ketemuan juga. 
2. I have never talked about our past in my messages. so he didn’t say that under certain pressure, and there’s no reason why he should bring it up again at the first place.
Sampai saat ini saya masih memproses kekagetan saya dengan apa yang dia katakan di pesan facebook tadi pagi, tapi ada satu hal yang saya temukan dari ini. 
I guess i wasn’t DELUSIONAL back then
haahahahaha. ternyata bukan saya aja yang merasa bahwa ada sesuatu yang lebih antara saya dan dia waktu itu! nice to know what it wasn’t just in my head. hahahahaah.
oh well, this could be nothing.
setelah kirim message ini nggak lantas kita akan ada apa-apa juga sih.
however,
saya jadi ingat kata-kata teman saya waktu itu, bahwa ada baiknya kalau kita berusaha untuk menjadi seseorang yang baik untuk orang lain – tak peduli bagaimana orang tersebut memperlakukan kita.
at least when everything’s over, 
we are still going to be remembered as a good person who once came into his/her life. 
a good person, whom he/she will always appreciate and respect.
and it feels nice to be remembered as a good person by someone.
bukannya saya waktu itu sok-sok baik sih sama dia, biar dia inget saya. 
sama sekali nggak. 
but at least when i dated him, saya melakukannya dengan itikad baik, dan berusaha untuk menjadi seseorang yang baik buat dia. 
and now, 
it’s really nice to know
that my presence was indeed meant something for him,
sometime in the past.
so, feel like loving someone? 
i guess there’s no harm in showing it.
terbalas atau tidak, 
selama kita tulus melakukannya, dengan itikad yang baik juga,
kita bisa yakin bahwa kehadiran kita pasti meninggalkan jejak di hidup mereka.
because a good person is hard to find in this life,
so they would remember that day, 
the day they found you, 
their good person.
Note :
For the sake of appreciating his honesty, i don’t want to reveal his identity here in this post, and i don’t want to have to lie.
If you happened to know who this person is, or you might have a good guess about his identity, please DO NOT share them here. feel free to buzz me, DM me or email me – i promise i will answer your question🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s