Up

Standard


Rating: ★★★★
Category: Movies
Genre: Kids & Family

Russell: [from trailer] Good afternoon. Are you in need of any assistance today, sir?
Carl Fredricksen: No.
Russell: I could help you cross the street.
Carl Fredricksen: No.
Russell: I could help you cross your yard?
Carl Fredricksen: No.
Russell: I could help you cross…
Carl Fredricksen: No!
[closes the door on Russell’s foot]
Russell: Ow.

It took me no time to fall in love with this movie.
This heartwarming, yet hillarious movie.

Saya jatuh cinta sama keseluruhan film ini, bahkan saya pun jatuh cinta sama animasi pendek tentang awan pembuat bayi dan kurir bangau-nya, yang ditayangkan di awal film – jauh melebihi animasi tupai mengejar kenari yang selalu ada di seri Ice Age (yang makin lama makin terintegrasi dengan alur cerita utamanya).

Ini adalah film pertama yang sukses bikin saya menangis pada durasi 10 menit pertama, dan sempat bikin sebal karena “Eh buset! Masa 10 menit pertama aja udah sedih gini sih?!” secara semalam saya lebih mencari film yang kocak, menghibur sekaligus memberi inspirasi – daripada film yang menguras air mata.

But that sadness doesn’t last long, thankfully.

Menit-menit berikutnya menceritakan petualangan Carl Fredricksen, seorang kakek mantan penjual balon gas, yang sedang mengejar mimpinya (dan mimpi mantan istrinya, Ellie) sejak kecil – yaitu mengunjungi Paradise Falls di Amerika Selatan. Lokasi yang konon penuh dengan spesies langka dan pemandangan alam yang menakjubkan, yang pernah dikunjungi seorang penjelajah terkenal bernama Charles Muntz.
Sepanjang hidupnya Carl selalu gagal mencapai mimpi itu, sampai suatu ketika dia membulatkan tekad untuk memanfaatkan 1000 balon gas untuk mengangkat rumahnya sekaligus dan terbang sendirian ke Amerika Selatan.

Well, he thought he was alone, tapi ternyata tidak.
Saat sudah melayang di langit, ternyata ada seseorang yang tak sengaja tertempel di balkon depan rumahnya. Seorang pramuka kecil bernama Russel, yang sangat ingin melengkapi badge pramukanya supaya bisa naik pangkat, dengan menunaikan tugas terakhirnya, yaitu membantu manula.
Pramuka kecil yang merupakan tipikal anak perkotaan yang kurang perhatian Ayahnya, dan selalu mampu melihat segala sesuatu dengan sudut pandang yang begitu sederhana.

Akhirnya mereka pun berangkat berdua ke Paradise Falls, di sana mereka ketemu Kevin (sang burung langka) dan Dug (the talking dog. Kenapa bisa ada mahluk semacam ini di pedalaman macam Paradise Falls? Tenang, film ini akan memberi penjelasan untuk itu) dan tak diduga perjalanan ke Paradise Falls memberikan begitu banyak petualangan yang begitu kocak, menyenangkan sekaligus memberikan inspirasi.

Film karya Disney Pixar ini seperti biasanya, sangat memanjakan mata lewat animasi luar biasa dengan tekstur kasat mata dan pewarnaan gradasi halus yang begitu sejuk – seperti yang ada di Ratatouille. However, Up jauh lebih kocak daripada Ratatouille (meskipun masih belum sekocak Finding Nemo) dan karakter-karakternya pun benar-benar mampu bikin kita jatuh cinta (just like I fell in love with Wall-E).
I just love this movie.
Saking cintanya, saya rela mengabaikan beberapa argumen logika yang muncul (Kok bisa cepet banget sampai di Amerika Selatan? How does he eat during the trip? Memang bisa ya, kakek macam dia membawa rumahnya dengan cara seperti itu?) – karena sungguh, inti filmnya bukan di situ.
I am willing to ignore few seemingly illogical facts, demi menikmati keseluruhan film ini dengan karakternya yang lovable, serta pesan moralnya yang begitu inspiratif.

It’s never too late to pursue your dream.
All you have to do is taking the first step, open your heart and mind,
and you never know,
everything will start to fall into its place.

Totally worth to watch!
(Sebenarnya film macam ini bisa aja sih, tunggu DVDnya keluar aja .. but personally, i really want to watch this movie as soon as possible, karena itu kemarin saya memutuskan untuk nonton di bioskop. however, i also plan to collect the DVD .. hehehe)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s