Gaduh

Standard

SCENE I

LOKASI :
Sebuah coffee shop di bilangan Cikini.

PELAKU
Group I :
Enam orang sahabat duduk di bagian tengah ruangan di lantai dua.
Group 2 :
Tiga orang asing yang duduk di meja sebelahnya.
Group 3 :
Seorang bapak-bapak yang baru datang

Situasi A
Group I sedang belajar bahasa Itali. Percakapan tampak serius.
Mendadak Group 2 terbahak kencang, sementara salah satu berdiri dan berjalan menghentak-hentakkan kaki dengan berisik di sekitar meja.
Group I melirik sebal.

Situasi B
Group I selesai belajar dan tengah mengobrol santai. Saking santainya, percakapan mereka tak lepas dari tawa yang terbahak-bahak dan suara yang bervolume cukup kencang.
Group 3 datang melewati meja Group I dan bilang dengan ketus, “Permisi! Harusnya kalian sebelum ketawa kencang-kencang liat-liat dulu sekitar, kami tadi terganggu sekali dengan berisiknya kalian… bla bla bla.”
Group I terdiam, sedikit lebih tidak gaduh, namun ada ganjalan tidak suka ditegur seperti itu.
“Emang kenapa sih .. kan’ ini tempat umum. Kalau dia mau yang sepi, kenapa nggak cari tempat lain yang lebih private aja ..”

SCENE 2

LOKASI
Sebuah kafe homy di daerah atas Bandung

PELAKU
Group 1 :
Dua orang teman yang mencari tempat untuk bersantai-santai dan mengobrol asik
Group 2 :
Tiga orang India yang duduk di meja sebelah Group 1, sepertinya ada di sana untuk diskusi bisnis, terlihat dari ketiga laptop yang terserak di meja mereka.
Group 3 :
Lima orang anak kuliahan, duduk di meja seberang Group 2, dengan satu pitcher bir yang direfill beberapa kali, bercanda dan tertawa dengan suara lantang, ditambah dengan gerakan-gerakan mereka yang menimbulkan suara gaduh.

Situasi A
Group 1 berkali-kali melirik ke Group 3. Merasa terganggu dengan keberisikan. Tapi mereka tak ada disitu untuk mengerjakan sesuatu yang serius, sehingga tidak SEGITU terganggu-nya.

Situasi B
Group 3 bangkit berdiri, membereskan barang-barang tanda hendak meninggalkan lokasi.
Dua orang lelaki di Group 2 bertepuk tangan dengan keras, seraya menatap tajam ke Group 3 yang tampak (atau berlagak) tak menyadari apa yang terjadi
Group 3 melangkah pergi, menaiki tangga membelakangi ruangan
Salah seorang lelaki di Group 2 yang bertepuk tangan, mengacungkan jari tengah dengan marah, ke arah mereka yang sedang melangkah pergi
Group 1 berpandangan – baru menyadari seberapa Group 2 terganggu oleh kehadiran Group 3.

Do these scene sound familiar?

Dalam Scene I, saya berada di Group 1, yang sedang belajar Italia dan merasa terganggu saat Group 2 mendadak menghentakkan kaki berjalan kesana kemari.
Juga berada di group yang sama saat Group 3 datang menegur kami (meskipun waktu itu saya tak berada di meja, karena sedang ke toilet tapi saya berpartisipasi dalam kegaduhan meja itu sebelumnya)

Dalam Scene II, saya berada di Group 1 – yang juga merasa sedikit terganggu saat Grup 3 itu berulah, meskipun saya tak sampai menegur. Dan saya melihat sendiri salah seorang India itu bertepuk tangan dan mengacungkan jari tengah dengan marah saat Group 3 meninggalkan ruangan.

Apakah semuanya tamu kafe?
Ya.

Apakah semuanya bayar?
Ya.

Apakah semuanya punya hak untuk melakukan apa saja di kafe itu, dari mengerjakan urusan bisnis/tugas kuliah, mengobrol santai sampai ber-romantis ria?
Ya.

Lalu apakah semuanya berhak marah kalau ada tamu lain yang mengganggu kenyamanan di kafe yang sama?

Saya pernah dengar di salah satu pelajaran di sekolah (PMP atau apalah) – bahwa saat orang mengambil haknya, pasti akan bersinggungan dengan hak orang lain.
Sepertinya ini yang terjadi.
Saya tak bilang bahwa saya SELALU behave setiap kali ada di tempat umum. I sometimes laugh loudly. I sometimes said things in high volume.
I get carried away when i am spending time with my friends in public – simply because i enjoy it so much.

Hari Jumat, saya berada dalam posisi yang “terganggu” dan “diganggu”
Hari Sabtu, saya berada dalam posisi yang “terganggu”, meskipun sedikit.

So, I have been in both side of the situation.
Yang terganggu dan yang mengganggu.
I guess that MUST be enough for me to start behave (a little bit),
especially when I am in public with my friends ..
karena merasa terganggu itu memang tak menyenangkan.

however,
setiap orang punya standar mengganggunya masing-masing sih ..
*malah bikin polemik baru*

Hahahaha!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s