Night at the Museum : Battle of the Smithsonian

Standard


Rating: ★★★★
Category: Movies
Genre: Kids & Family

I’d give it 3.5 stars, but since i enjoy this movie so much, i give it 4 stars😀

Ada yang bilang bagusan film pertamanya (kemarin teman nonton saya pun bilang bahwa film pertamanya lebih “menggigit”) tapi entah kenapa saya menikmati sekali menonton film ini.

Oh well, i am basically a fantasy movie freaks, jadi sepertinya film dengan cerita-cerita fantasi setengah berkhayal yang dieksekusi cukup baik macam film ini pasti berhasil merebut perhatian saya.

Film dimulai dengan menceritakan Larry Daley (Ben Stiller) yang sudah menjadi pengusaha sukses, setelah meninggalkan pekerjaan lamanya sebagai penjaga malam di Museum of Natural History. Meskipun begitu, kadang Larry masih sesekali main ke tempat kerja lamanya, bertemu dengan teman-teman ya seperti Teddy Roosevelt (Robin Williams) dan pacarnya, Sacajawea (Mizuo Peck), Jedediah (Owen Wilson) ataupun Ahkmenrah (Rami Malek) – si empunya “magic tablet” yang menjadi sumber penyebab semua penghuni museum ini bisa menjadi hidup setiap matahari terbenam.

However, manajemen baru yang didorong oleh keterbatasan dana maintenance, mendadak memutuskan untuk mengganti diorama-diorama maupun patung-patung yang ada dalam museum dengan teknologi-teknologi hologram maupun projector – menyebabkan sebagian besar teman-teman Larry dikirim ke Smithsonian Institute di Washington DC.

Smithsonian Institute adalah area bawah tanah tempat penyimpanan barang-barang museum dari seluruh Amerika, yang menghubungkan beberapa tempat-tempat penting di Washington DC – yang disebut “The biggest museum in the world”.

Sacajawea, Dexter the Capuchin (monyet yang sering gampar-gamparan sama Larry itu), Jedediah, Octavius, geng Attila the Hun termasuk di antara item yang dikirim ke Smithsonian Institute.
Sebenarnya hal ini nggak akan jadi masalah, kecuali Dexter memutuskan untuk membawa serta tablet Ahkmenrah ke Smithsonian – yang menyebabkan penghuni Smithsonian menjadi hidup setiap kali tablet tersebut di bawa ke ruangan yang sama dengan mereka.

The thing is, penghuni Smithsonian itu macam-macam banget dan mencakup jangkauan waktu yang sangat luas. Hal ini membuat film Night at the Museum 2 diwarnai oleh tokoh-tokoh yang sangat beragam, seperti Kahmunrah (Hank Azaria) – kakaknya Ahkmenrah yang lebih jahat, kejam dan berencana untuk menguasai dunia dengan melepaskan pasukan kematiannya melalui magic tablet yang dibawa Dexter,
atau Amelia Earhart (Amy Adams), perempuan pertama yang menerbangkan pesawat menyeberangi Samudera Atlantik, seorang pencandu petualangan seru.
Selain itu ada juga General George Amstrong Custer (Bill Hader), Al Capone, Ivan the Terrible, Abe Lincoln, sampai ke Napoleon Bonaparte (siapa saja mereka? you better google them hehehe)

Setelah menyekap teman-teman lama Larry dalam container, Kahmunrah merebut tablet ajaib dan berencana untuk menghidupkan kembali pasukan kematiannya untuk menguasai dunia.
Masalahnya, dia lupa angka kombinasinya. Karena itu dia berkomplot dengan Al Capone, Napoleon Bonaparte dan Ivan the Terrible untuk menyandera Jedediah, lalu memaksa Larry mencari kombinasi tablet tersebut.
Nah, misi Inilah yang menjadi inti petualangan Larry di film sekuel ini.

Menurut saya, film ini dieksekusi dengan cukup baik, special effect dan pembuatannya rapi sehingga saya tak merasakan (atau cenderung mengabaikan) hal-hal apapun yang mengganggu dari film ini.
Memang sih, karakter yang muncul banyak banget .. dan sebenarnya tiap karakter ini bisa memberikan kontribusi yang lebih menarik kalau storyline memberikan fokus lebih ke karakter-karakter ini (ga cuma sebagai karakter pendukung atau bumbu beberapa scene saja)

However, I enjoy every character appeared in this movie, dari Amelia Earhart (oh I just love Amy Adams, ever since she played at Enchanted!), Al Capone yang sepanjang film muncul konsisten dengan warna hitam-putih ala film jadul, sampai ke trio Cupid yang kerjaannya berputar-putar di atas kepala menyanyikan lagu pop hits macam More than a Woman sampai ke My Heart Will Go On-nya Celine Dion.

This is a totally entertaining movie, nggak usah terlalu dipikir secara kritis, nikmati aja. Film ini sangat pas ditonton kalau lagi butuh film menghibur yang menyenangkan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s