COPET!

Standard

saya itu termasuk tipe orang yang nggak peduli sekitar kalau lagi jalan sendirian naik kendaraan umum. gaya standar saya kalau naik angkot adalah : naik angkot / bis, duduk di deretan kursi agak depan (deket supir), keluarin mp3 player terus dengerin mp3 sambil sama sekali nggak liat keadaan sekitar.
tapi ya bok, ternyata bahaya juga nggak pedulian gini!

Case#1
saya, kakak saya dan ibu saya lagi naik bis kota menuju rumah, menggunakan metromini jurusan rumah saya. it was midday, dan seperti biasa saya dan kakak saya pun duduk di kursi terdepan samping pak supir yang sedang bekerja, sementara ibu saya memilih duduk deket pintu yang depan. saya pun dengan gaya biasa mulai mengeluarkan mp3 player dan nggak liat-liat kiri kanan lagi.
mendadak bis berhenti di depan sebuah pusat perbelanjaan yang memang dilewati dalam perjalanan ke rumah – dan TIDAK, saya nggak memperhatikan siapa yang naik.
however, beberapa meter dari situ ibu saya memanggil. mengajak saya dan kakak saya turun, padahal itu bukan perberhentian kita.
saya udah siap membantah (secara nggak ada info mau berhenti di tengah jalan) tapi herannya kakak saya langsung mengiyakan (seolah dari awal dia tahu kita mau berhenti di situ). akhirnya saya pun menurut dan langsung turun.

ternyata oh ternyata,
di titik depan pusat perbelanjaan itu sudah terkenal kasus ada pemuda-pemuda yang suka naik, lalu menodong seisi bus. apalagi kalau busnya agak kosong.
daaannnn .. di bis saya itu, tiga orang pemuda tanggung naik di depan pusat perbelanjaan, dan ibu saya langsung tahu bahwa mereka sedang ancang-ancang mau nodong. karena itu dia langsung mengajak saya turun dan berganti bis.
kakak saya pun sadar hal ini.
tapi saya nggak.

sama sekali.

halah! apa jadinya kalau saya sendirian naik bis itu?!

Case#2
kemarin saya lagi berkeliaran di Mal Ambassador / ITC Kuningan sendirian. setelah beberapa lama keliling mal, saya pun keluar lalu menyeberangi jalan untuk naik M44 menuju Karet (lalu nyambung naik busway ke kantor imigrasi jakarta barat di Kota). Ada satu M44 yang ngetem, sudah setengah penuh.
tapi (ini nih kebiasaan orang Jakarta yang NYEBELIN!) semuanya duduk ngumpul deket pintu dan NGGAK MAU geser sama sekali. seat yang tersisa cuma dua seat masing-masing row di ujung deket jendela belakang.

berikut orang-orang yang terlibat insiden kemarin:
– seorang mbak-mbak (MB) duduk dua seat dari pintu – nggak mau geser (awalnya)
– seorang pemuda berambut gaya F4 duduk pas di pintu (F4)
– seorang bapak-bapak naik, membawa gembolan besar (GB)
– seorang lelaki yang saya lupa wajahnya (LUP)
– seorang lelaki aneh muka agak hitam, wajah ketimuran (NEH)

Berikut urutan insidennya: (jangan sampe bingung ya)

nah, GB naik dan duduk di SEBERANG pintu, seat ketiga dari jendela belakang, dan LUP duduk di sebelahnya (seat kedua).
MB duduk SEJAJAR pintu, di sebelah F4, di seberang GB, sementara saya duduk di sebelah MB selang 1 seat kosong.
Mendadak angkot jalan beberapa meter, NEH naik.
NEH kekeuh banget pengen duduk di deretan saya (sejajar pintu) tapi MB dan F4 sama sekali nggak mau geser. Akhirnya F4 ngalah, dia pindah ke sebelah LUP (yaitu seberang saya) dan NEH duduk di tempat F4 tadi sambil menggeser-geser MB.
MB terpaksa geser mendekati saya.
kemudian ada satu lelaki lagi naik, memepet NEH agar masuk ke dalam sehingga MB pas di sebelah saya.

angkot pun penuh.

angkot baru jalan sebentar, mendadak NEH mengais-ngais ke belakang jok MB, bilang uangnya jatuh. agak lama dia mengais-ngais disitu dengan tangan kanan, sementara tangan kirinya mendorong punggung MB sampai MB jongkok di lantai dengan badan condong ke penumpang seberangnya (GE dan LUP) – adegan ini saya inget banget karena saya pas di sebelah mereka.

penumpang seangkot mulai sebel sama NEH yang ganggu.

kemudian NEH menarik tangannya dari belakang jok, lalu melepaskan tangannya di punggung MB. MB kembali duduk normal, lalu NEH turun.

penumpang seangkot mulai ngomongin NEH. membicarakan bahwa dia cuma naik sebentar di angkot itu. mendadak MB memeriksa tasnya dan menjerit, “HP SAYA HILANG!!!”
Saat itu sudah agak jauh dari tempat NEH turun, tapi MB minta turun dan bergegas mengejar NEH.

(bookk pasti dikira cerita udah selesai, kan? tapi belum!)

angkot jalan beberapa meter. saya, F4, LUP, GB dan penumpang angkot lain mulai ngomongin kasus barusan.
ih ternyata copet.

GB : “Saya masih inget banget tuh muka dia (NEH)!”

beberapa meter kemudian, GB bilang lagi, “Duh saya turun aja deh. Nggak enak. Saya bantu Mbaknya ..” terus dia turun (bareng LUP) diiringi tatapan approval dari penumpang angkot lainnya.

angkot pun setengah kosong.
tinggal saya, F4 dan tiga penumpang lain.
masih ngobrolin kasus barusan, berusaha menalar gimana cara nyopet NEH (secara saya lihat jelas dimana posisi kedua tangannya, jadi mulai mikir hipnotis atau apa).

mendadak F4 menyadari sesuatu.

NEH, GB dan LUP adalah satu gerombolan!
bukan NEH yang ngambil ponsel, NEH cuma bertugas bikin distraction dengan mendorong-dorong MB ke arah GB / LUP yang dengan leluasa mengambil ponsel dari tasnya.

bahkan kalaupun MB berhasil mengejar NEH pun, ponsel tersebut tak akan ditemukan karena ponselnya ada di tangan GB / LUP yang turun beberapa meter setelahnya (dengan dalih membantu si Mbak, tapi biar bisa kabur aja sebenernya)

shiiiittt ..
langsung merinding saya jadinya.
refleks langsung ngecek dompet, dan kedua ponsel – yang untungnya – masih ada dalam tas.

tapi apa jadinya kalau hari itu saya naik angkot seperti biasa, pasang mp3 player dan NEH duduk di sebelah saya?!
*nggak berarti ponsel saya bikin maling berselera juga sih, secara ponsel saya sudah nggak bisa dijual (nggak ada harganya) saking jadulnya hehehe*

anyway,
seharian kemarin akhirnya saya peluk tas erat-erat, meskipun earphone terpasang. ada bagusnya juga insiden seperti itu, terjadi begitu dekat sama saya.
setidaknya saya diingatkan lagi untuk tetap WASPADA dan HATI-HATI ..
(yeah, akhir-akhir ini sepertinya kedua hal itu mulai berkurang, saking terbiasanya naik kendaraan umum hehehe)

🙂

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s