The Uninspired Writer

Standard


oh God
… how i miss writing!

but the thing is,
saya adalah seorang penulis yang cukup moody.

1.
saya bisa menghabiskan 15 menit setiap baru mulai menulis, untuk memilih-milih font yang tepat (atau inspiring) karena sungguh, font (dan ukuran) yang digunakan bisa mempengaruhi mood saya menulis.
Sometimes i can settle with arial or times new roman. other times i prefer verdana or segoe ui.
kalau font-nya nggak asik, biasanya nulisnya juga nggak enak ..
selain itu kondisi keyboard juga ngaruh. kalo keyboardnya bikin pegal atau nggak enak dipake, biasanya ilang feeling duluan ..

2.
nama tokoh utama itu SANGAT penting! saya bisa nggak jadi menulis kalau nggak dapet-dapet nama tokoh yang ciamik. kadang terdengar ciamik sementara .. tapi pas ditulis kok nggak asik, nggak kerasa karakternya, nggak dapet feel-nya .. akhirnya bengong lagi cari nama baru. i can change the names 2-3 times during the first chapter of my writing. karena itu kalau nemu nama yang saya suka, biasanya saya simpan terus .. jadi nanti saat mau menulis, tinggal dipake. hehehe.

3.
state of mind saya juga sangat menentukan.
kalau lagi mellow, banyak waktu mikir / bengong, biasanya sekalinya ketemu laptop langsung lancar karena sebelumnya udah mengira-ngira bagaimana alur / dialog yang harusnya terjadi. tapi kalau lagi hepi, sering jalan-jalan sama “objek pratian” tertentu, biasanya saya malah nggak bisa nulis.
karena tiap nulis bawaannya pengen ngomongin sang “objek pratian” mulu.
akhirnya bukannya jadi fiksi, malah nulis diari .. *dududududu*

4.
dalam proses menulis, saya sering tak tahu bagaimana tulisan saya akan berakhir.
seringkali, kalau saya sudah tahu bagaimana akhirnya, bagaimana proses menuju akhir itu, biasanya saya malah jadi males menulis.
kenapa? karena cerita itu sudah berakhir di pikiran saya.
jadi rasanya segan meneruskan proses menulis yang sudah ada, yang kadang masih ada di pertengahan, karena rasanya masih jauh menuju akhir.
seringnya saat saya menulis, kata-kata dan dialog mengalir begitu saja dari otak ke jari-jari, kadang-kadang malah muncul kejutan yang tak terencana di tulisan saya, yang saya pun tak rencanakan sebelumnya.
hahaha. even i don’t know what is happening.

5.
pikiran saya seringkali lompat-lompat.
karena itu saya berterima kasih sekali pada fitur cut-paste yang sangat membantu agar tulisan saya lebih teratur dan alurnya make sense.

dengan alasan-alasan di atas, tak peduli saya :

1. sudah punya nama-nama tokoh utama yang ciamik
2. lagi banyak waktu bengong karena tiap malam saya tidur jam 1 ke atas, thanks for this incurable insomnia

tapi mengingat kondisi saya yang :
laptop-less, satu-satunya komputer yang ada adalah PC dengan keyboard yang sangat berisik di kantor

akhirnya saya tak bisa menulis. sepertinya sudah cukup lama. sejak saya pindah kantor baru, sekitar bulan November 2008.

so for me, writing is a combination of :

the right gadget,
the right state of mind,
and the right setting.

now?
i currently don’t have two of them.

jadi kalau sekarang ditanya lebih milih beli Blackberry atau Notebook?
I choose the latter, definitely.

dengan begitu, saya bisa punya :
the right gadget – notebook
the right state of mind – tengah malam yang sepi
the right setting – kamar saya

siapa tahu kombinasi ketiganya sekali lagi akan bisa menghasilkan karya masterpiece laen ..
*menatap kangen ke deretan serial Harian Selingkuhan di front page blog*

– dan tulisan ini sekali lagi menegaskan bahwa sepertinya saya memang tak mungkin mengambil pekerjaan penulis sebagai profesi, mengingat ketergantungannya terhadap ketiga faktor di atas. hahahaha! –

images taken from here

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s