DIA/SAYA

Standard

dulu DIA seorang ugly duckling,
sama seperti SAYA.

tapi dulu DIA menempuh jenjang SMU di sekolah berasrama pemerintah secara gratis,
sementara SAYA juga sekolah di SMU negeri unggulan, yang tentunya tidak gratis, bahkan biaya sekolahnya pun hampir menyamai swasta.

dulu DIA bisa hidup dengan Rp. 300.000,- sebulan selama lima tahun kuliah di salah satu universitas negeri terbaik, membayar biaya buku kuliah, uang makan, transportasi dan perpuluhan dengan itu,

sementara SAYA kuliah selama empat tahun di universitas swasta yang cukup bergengsi dengan meninggalkan kursi saya di universitas negeri dari kota yang sama atas nama akreditasi yang lebih tinggi,
menghabiskan tentunya LEBIH dari Rp. 300.000,- sebulan untuk makan, jalan-jalan dan transport saja, lebih-lebih untuk buku kuliah.

sepintas DIA dan SAYA tampak sama saja.
tapi tidak.

DIA tahu rasanya berjuang bertahun-tahun dalam keterbatasan,
sedangkan SAYA, baru dipaksa berjuang setahun saja, sudah mengeluh cengeng.

dan setelah semua perbedaan itu,
SAYA masih bisa menilai dan menghakimi DIA,
dengan standar penilaian yang sama dengan yang SAYA berlakukan
terhadap orang-orang yang sejenis dengan SAYA.

SAYA memang sudah gila, nampaknya.
Tentu saja, DIA pantas memperoleh penilaian yang jauh berlipat dari semua itu!

*tertunduk menyesal*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s