Few (Sometimes Inspiring) Daily Facts

Standard

… on Fame.
Loneliness.
And marriage.

1. Apparently, one of my Bible Study mate is some artist with initial AM’s boyfriend.
Yup. Katanya sih THE AM.
Saya juga belum pernah lihat sendiri, but some said that she came to our Bible Study a couple of times in the past. And guess what? They just got engaged last Friday. (blaaahhh saya beneran tukang gosip bener ya .. hahahahahah!)
Saking takjubnya dengan fakta ini, secara kemarin orangnya di sebelah saya dan kita sempet ngobrolin soal pertunangan dia sama pacarnya (dan mana saya ngeh kalau pacar bernama A yg dia sebut-sebut itu ternyata AM! hehehe) kemarin saya ceritain isu ini ke dua orang yang bicara via telepon sepulangnya saya dari Bible Study.
Dan dua-duanya menuduh kalau orang itu ngaku-ngaku – secara di infotainment aja belum ada.
(nggak, fakta ini sih nggak inspiring. gue masih norak aja sama info ini. hahahaha)

2. Semalam di Bukan Empat Mata, ada group vokal perempuan ala klub malam di Pantura. Yaaaa .. semacam Trio Macan lah. Tebak namanya apa? SEMOXX (eh gue lupa, X-nya satu atau dua ya?)
dan saat ditanya, “Kenapa sih namanya SEMOXX?”
mereka menjawab dengan senyum kenes menggairahkan, “Yaaa .. karena katanya kita seksi dan montok ..”
uhm.
wonder if they ever feel that the name itself is so demeaning to their own self-worth.

3. Loneliness is the thing you feel, when you have no one to share your daily NOTHINGS with.
Jadi, ga perlu pembicaraan yang berbobot atau bertopik tertentu, kadang-kadang menyenangkan kok untuk ngobrolin hal-hal ga penting sama seseorang – yang percakapannya PASTI diwarnai oleh diam-diam kecil, dimana kedua pihak sambil mengerjakan hal lain.
Hahahaha.

OK, now we move to more serious facts.

4. Saat membicarakan mengenai pernikahan siri, bukan ide yang bagus untuk memadukan wakil dari lembaga bantuan hukum (LBH) APIK dan wakil dari lembaga poligami indonesia (aduh saya lupa deh, nama persis kedua lembaganya apa) – fakta ini terinspirasi dari dialog di TV ONE pagi ini.

Wakil dari LBH APIK (FYI, dia seorang perempuan) menyatakan bahwa banyaknya KDRT dan penindasan perempuan berakibat dari nikah siri, dimana pernikahan tersebut tak tercatat sehingga perempuan berada di posisi yang lemah karena tidak mempunyai kekuatan hukum apapun,

Sedangkan wakil dari lembaga poligami indonesia ini menyatakan bahwa banyaknya tingkat perceraian terjadi karena gerakan feminisme perempuan (yang logikanya, seperti yang disampaikan oleh LBH APIK, membuat perempuan menyadari hak-haknya dan berani berjuang untuk itu)
Dan nikah siri terjadi karena istri pertama biasanya tak mengizinkan nikah sehingga harus menikah di bawah tangan.
Lalu mengutip bahwa poligami diizinkan bila alasannya karena istri cacat badan, tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai istri dan tidak dapat melahirkan keturunan .. dan LALAI menyebutkan lanjutannya, yang kemudian disampaikan oleh penelepon yang protes, yang menyebutkan :

“Kemudian jika kamu bimbang tidak dapat berlaku adil (di antara isteri-isteri kamu), maka (kahwinlah dengan) seorang sahaja
, atau (pakailah) hamba-hamba perempuan yang kaumiliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat (untuk mencegah) supaya kamu tidak melakukan kezaliman.” (Al-Qur’an, Surah an-Nisak ayat 3)

(bagian yang dicetak tebal adalah yang dikutip sang penelepon, yang kemudian menekankan bahwa manusia TIDAK BOLEH mengutip ayat kitab sepotong-sepotong sesuai keperluan saja, karena bisa misleading)

Lalu wakil lembaga poligami ini berkilah bahwa adil secara pembagian RASA tidak mungkin dilakukan seorang manusia, karena itu cukuplah adil dalam hal pembagian NAFKAH.

Lalu saat ditanya bagaimana kalau seorang perempuan punya banyak suami (berdasar prinsip persamaan derajat), dia menjawab, “Yaaa .. kalau itu kan harus dipertanyakan kalau punya anak, itu anak siapa?”

Well, saya memang non-Muslim, tapi saya perempuan dan saya benar-benar tak setuju dengan prinsip poligami ini.
 
Terlepas dari nilai-nilai keagamaan mengenai poligami, menurut saya poligami :
a. sangat merendahkan derajat perempuan (tidak memandang kesetaraan derajat dan hak)
b. merupakan sebuah dalih yang digunakan kaum lelaki untuk membenarkan ketidakmampuannya untuk setia berkomitmen kepada satu perempuan.

Please note, bahwa poligami yang saya tekankan adalah poligami terhadap perempuan yang kondisi normal ya, bukan dalam kondisi tertentu – seperti janda miskin, dllst. I don’t want to go there, karena pada kenyataannya sering juga kok pernikahan kedua dan seterusnya dilakukan dengan perempuan-perempuan cantik bukan janda yang lebih muda.

Anyway, tadi pagi akhirnya jadi dialog yang panas banget, dimana perempuan dari LBH APIK ini kelihatan sebal sekali dengan teman berdialognya dari lembaga poligami itu.
Oh well. Saya dengernya juga sebel kok.

Tulisan ini murni mengangkat opini pribadi, bukan umum. Juga tidak menyalahkan satu agama, saya tidak suka poligami terlepas dari agama apa yang mendukungnya.
Wanna think differently? Feel free to do so.

Btw, dalam menulis poin keempat ini saya mengacu dari sini dan sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s