Some Random Tales

Standard

Tell-Tale #1.
Kemarin salah satu teman sedivisi saya ulang tahun dan dia mentraktir tim sedivisi untuk makan ikan goreng di salah satu warung pinggir jalan dekat kantor. Tempatnya biasa aja, tapi ikannya enak banget!
Anyway, selama di sana, ada seorang lelaki tak dikenal yang duduk di sebelah teman kantor saya (yang berada di seberang saya). I realize that he secretly glanced at me for several times, tapi saya-nya aja yang berlagak gila. I didn’t put much attention to him.

Tau-tau, hari ini mendadak ada yang kirim message di Facebook. Oh my God. Ternyata dia! Sumpah kaget banget. Saya langsung tanya gimana caranya dia menemukan saya, and i didn’t answer any of his questions until he answered mine.
Ternyata dia dengar teman kantor menyebut nama saya kemarin. Dan dia cari saya di Facebook. With my first name (saya cukup yakin bahwa kemarin nama lengkap saya tak disebut) yang cukup pasaran itu. He’s been looking for me at Facebook since last night.

Dang.
Serem bok. Tapi sekaligus tersanjung sih. Mwhahahahaah!
Mendingan di-approve nggak ya?


Tell-Tale #2

Hari ini rencananya saya mau bolos. Sepertinya alasan saya bolos cukup mulia, karena rencananya saya mau belanja seragam lusinan dan perlengkapan sekolah di Pasar Tanah Abang / Jatinegara untuk charity project hari Minggu nanti.

Karena teman satu kost ada yang sekantor, saya sudah menyiapkan alibi dengan mengungsi ke kost-an teman saya di daerah Benhil sejak semalam supaya saya bisa bilang bahwa saya nggak masuk karena sakit, dan sekarang ada di rumah. Hal ini (tentunya) mencegah saya mendadak ditengok ke kost karena jarak kost dan kantor saya deket banget.
Anyway, kemarin itu hari yang berat – khususnya secara mental. I think it has everything to do with the fact that yesterday was H-5 dari project Helping Hands.
Saya baru pulang dari kantor jam 7 lewat – dan berangkat ke Plaza Semanggi untuk ketemu teman saya jam 8. Sepanjang perjalanan hati rasanya nggak enak banget. Bah. But i tried to ignore it. Lalu mendadak Pangeran Anteng saya telepon.

Dia cuma komentar satu kalimat, tapi berhasil bikin saya tambah nggak yakin mau bolos :
“Gila. Orang lain pada lagi dipecatin, kamu malah mau bolos.”

Siaaaallll!!! Dia emang bisa banget deh bikin saya merasa bersalah tak berujung!
Akhirnya ya, saya tetap ke kost teman saya itu, hanya untuk akhirnya pulang ke kost-an saya sekitar 1 jam kemudian. Saat sampai di kost, rasanya hati baru tenteram.
Bah.
Saya udah nggak bakat bandel lagi kayaknya nih ..
*sigh*

Tell-Tale #3
Tapi ada hikmahnya semalam saya pulang ke kost.
Suasana yang tiba-tiba hening karena seisi kost-an saya sudah tidur mendorong saya yang banci ngobrol ini untuk main telepon. Akhirnya saya pun nelepon Mr Big, yang baru berantem hebat sama saya seminggu yang lalu tapi kami sudah kembali SMSan empat hari kemudian.

Semalam mood dia lagi agak bagus – dia lagi migren, jadi nggak bisa bertingkah rese dan menjengkelkan seperti biasanya. We talked for the whole 2 hours, termasuk topik yang bikin kita berantem minggu lalu, but this time with different approach, different reaction.

And i finally got my answer.

Beuh! Rasanya takjub dan agak overwhelming gitu, since I have been asking that question to myself for the last few years, dan akhirnya saya mendapatkan jawabannya semalam. And the answer is even better than I expected.
Sampai saat ini saya belum memproses jawaban itu secara utuh, secara saya masih nggak percaya kebenarannya – tapi sepertinya dalam beberapa hari ini saya akan dapat menerimanya dan mulai move on.
Akhirnya.
šŸ™‚

anyway, sekian Random Tales edisi hari ini!šŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s