Fourth Day

Standard

biasanya,
tak pernah lebih dari dua hari kita berhenti bicara

pada hari kedua, kangen telah begitu menyiksa
pada hari kedua, rasa ingin bicara denganmu telah begitu membuncah
kita selalu kalah di hari ketiga

hari ketiga,
jari ini pasti menekan sederet nomor lagi ..
lalu menulis sederet huruf ke alamat email itu lagi ..
atau meng-klik nama itu lagi di messenger ..

… semua hanya agar kita dapat kembali berbicara.

but yesterday was already the fourth day,
kita belum bicara juga.

dalih terbiasa telah menggoda saya untuk menekan sederet nomor itu,
yang kemudian tak terjawab.

ah.
sepertinya saya harus mulai membiasakan diri
karena akan datang hari
dimana telepon itu tak akan terjawab,
email itu tak akan terbalas,
teguran messenger itu terus diam
namun saya tak boleh mengeluh

karena itu tandanya,

kamu telah bahagia …

*buset deh ternyata otak gue belum bisa mengeluarkan kalimat puitis sepagi ini*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s