Senses (2)

Standard

pernah baca postingan ini?

meskipun sampe sekarang gue jadi sampai sekarang BELUM PERNAH dikasi liat ato denger (ya ampun Tuhan, jangan sampe!) tapi pengalaman di rumah temen gue waktu itu bikin gue jadi lebih was-was kalo mendadak gue merasa nggak enak.
nah, ini nyebelin, secara sekarang kan’ gue ngekos di wilayah belakang kantor – bikin gue terpaksa harus tinggal di rumah orang yang belum gue kenal.

kost pertama kemaren, baik-baik aja. rumahnya modern dan terang. perasaan nggak enak cuma kerasa dari kamar seberang kamar mandi yang masih kosong, tapi selebihnya gue nggak masalah. masuk kost-an jam 1 malam di tengah kegelapan pun nggak masalah. mandi habis kehujanan jam 1 malem pun nggak berasa apa-apa. only mild discomfort. sejahtera lah, pokoknya.

nah, mulai 30 Des kemarin kan’ gue pindah kost. yang ini kost-annya lebih kayak rumah .. kelihatan bahwa rumah tersebut sudah lama ditempati karena mayoritas furniture di sana dari kayu-kayu berwarna gelap, dengan ukiran-ukiran. pas baru pindah sih gue nyaman-nyaman aja .. sama sekali nggak berasa apa-apa, meskipun gue tahu biasanya di lingkungan seperti itu pasti ada apa-apanya.

sampai semalam.

jadi, karena hari ini masuk kerja, gue didrop sama bokap di kost sepulang dari Bandung sekitar jam setengah lima sore. rumah kosong. pemilik rumah nggak ada, dan sepertinya semua anak kost lagi pulang ke rumah masing-masing.
nggak ada kecurigaan apa-apa.
sampai akhirnya malam menjelang, dan siaaaalll .. lampu yang dinyalain sama pembantu yang mampir (dia nggak tinggal disitu ceritanya) cuma lampu di luar rumah sama lampu ruang makan di depan kamar gue. dia nggak nyalain lampu ke kost di belakang, sehingga disitu gelap gulita.
dan di situlah kamar mandi, alat mandi, dan handuk gue berada.
jadinya gue sendirian di rumah, dalam suasana remang-remang, sementara gue baru tinggal disitu selama TIGA HARI! istilahnya, gue masih belum hafal saklar lampunya dimana, apalagi ngerasa familiar sama suasana rumah.

dan mulailah gue parno setengah mati.
seriusan. mulai berasa nggak enak banget, dimulai dari ruang makan di depan kamar gue, ruang tamu kost di sebelahnya, sampai ke wilayah kost-an lain yang ada di belakang deket dapur.
mana di ruang makan ada patung dalmatian segala lagi, it felt like it was staring at me with its black and red eyes .. (dan sampe sekarang gue masih parno sama patung itu).
gue bertahan sampai sekitar jam 8 lewat nggak mau keluar dari kamar – tapi Anjar nelepon dan mahluk itu dengan nyebelinnya malah tambah nakut-nakutin gue.
siaaaalllll!!!

tapi ya itu, berasa harus mandi dllst, dan gue sama sekali nggak tahu penghuni rumah yang lain pulang jam berapa, akhirnya mulai nelepon Juned dan Sammy yang rumahnya nggak terlalu jauh dari kost, biar mereka dateng (meski kalopun mereka dateng, bingung juga gimana bukain pintunya hehehehe) – tapi yang satu masih tidur, yang lain lagi kedatengan banyak sodara di rumahya.

akhirnya nelepon temen-temen laen, nggak nyambung, dan baru nyambung saat nelepon Mr. Big (yang pernah melakukan ini bersama gue).
yeah i know i shouldn’t have called him, but i desperately needed help!
dan ternyata, dia lagi di daerah Kuningan dan saat denger situasi gue, dia mau dateng meskipun capek karena liputan acara tahun baru dari malam sebelumnya.
(ah. dia baik sekali .. hehehe. emang sih, dia orangnya nggak enakan untuk bilang ‘tidak’ tapi kemaren berlagak nggak peduli, karena butuh bantuan dia banget)

but then, belum sampai lima menit, terdengar suara kunci pintu dibuka.
PEMILIK RUMAH DATENGGG!!!!
oh God, rasanya legaaaaaaaaaaaaaaaaaa .. banget!

akhirnya nelp Mr Big lagi, bilang nggak usah repot-repot dateng. terus sesegera mungkin menunaikan kegiatan mandi dllst mumpung rumah masih rame.
dan bener aja, jam setengah 10an rumah udah gelap gulita lagi, udah pada tidur.
dan gue nggak keluar-keluar kamar sampe besok paginya.

serius deh, gue sebel banget sama senses begini.
terlepas dari bener/nggak feelingnya, tapi perasaan nggak enaknya itu lho, nggak nahan. apalagi sekarang gue tinggal di rumah orang, yang pastinya gue belum familiar sama suasana rumah itu ..

masa gue harus cari kost baru lagi …

*sigh*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s