An Affair to Forget

Standard


Rating:
Category: Books
Genre: Literature & Fiction
Author: Armaya Junior

Judul buku : An Affair to Forget
Penulis : Armaya Junior
Harga : Rp 28.000
Jumlah halaman : 246 hlm
Ukuran buku : 11,5 x 19 cm

kemarin kakak saya yang membeli buku ini, dan saya yang habis membacanya HANYA selama dalam perjalanan Bandung ke Jakarta.
bukan, bukan karena nggak bisa berhenti bacanya. Tapi lebih karena buku ini bikin saya sebal membacanya sedemikian rupa sampai rasanya pengen saya taruh dan nggak dibaca lagi (because it isn’t worth reading) tapi sekali lagi saya merasa harus membacanya sampai selesai untuk memberi penilaian secara keseluruhan untuk buku ini.

ok, review yang ada di belakang novel ini adalah :
Hal pertama yang kubayangkan ketika seorang perempuan dikhianati adalah marah besar, bahkan bukan tak mungkin menggugat cerai suaminya. Tapi ketika pengkhianatan itu menimpa Anna, sahabatku, semua itu tak kutemukan darinya. Sebagai perempuan mandiri dan tegar, dia memilih jalan yang bagi orang lain terasa mustahil, yaitu berusaha mencari informasi tentang perempuan selingkuhan suaminya dan… berteman dengannya.
Inilah cara yang dia anggap paling baik untuk semua pihak. Dia kesampingkan pedih dan sakit hati yang dirasakannya. Segala yang dia inginkan hanya mengembalikan suaminya ke dalam pelukannya dan mendapatkan kehangatan keluarganya utuh kembali.

tampak menarik. mungkin untuk yang pernah baca postingan di blog saya ber-tag Harian Selingkuhan mengerti kenapa saya tertarik membaca novel ini. saya pun penasaran pengen baca secepatnya.

mulai membaca.
pada halaman belasan, saya sudah jenuh. jadi, topik perselingkuhan yang dihadapi pasangan Anna dan Toni diceritakan melalui sudut pandang sahabat lelakinya, si Aku.
si Aku ini adalah seorang sahabat yang berkali-kali menegaskan bahwa dia menghargai Anna sebagai sahabatnya, tapi berkali-kali juga mendeskripsikan sahabatnya itu dari sudut pandang seksual. Adegan-adegan si Aku bersama Anna pun sering dibumbui oleh seks, membuat saya merasa bahwa teori hanya-menganggap-sahabat yang berkali-kali dia tekankan adalah bullshit semata.

selain itu, novel ini bisa banget menghabiskan sampai 3 halaman penuh mendeskripsikan sesuatu yang TIDAK RELEVAN dengan alur cerita utama. saya selalu skip membaca di bagian-bagian ini.

lalu, jalan cerita berkembang sedemikian rupa, sehingga si Aku menjelma menjadi Don Juan yang berhasil meniduri dua perempuan utama dalam novel ini (mungkin ini spoiler, tapi biarinlah .. karena saya merasa terganggu sekali dengan ini) serius deh, saya bener-bener nggak ngerti apa relevansinya terhadap jalan cerita utama novelnya ..

however, latar belakang penulisnya untuk menulis buku non-fiksi, membuat dia merasa harus memberikan PENJELASAN terhadap apa yang sebenarnya terjadi dalam sebuah perselingkuhan.
ok, to be fair, dia cukup sukses memberikan penjelasan tersebut, meskipun dengan menghadirkan sebuah tokoh perempuan baru, seorang psikolog (kalo nggak salah) yang memberikan penjelasan-penjelasan tersebut melalui dialog tanya jawab antara dia, si Aku dan Toni. jadi, penjelasan perihal perselingkuhan itu tidak diberikan melalui kekayaan alur cerita, tapi dari sesi tanya jawab yang tidak diintegrasikan dengan aliran cerita novel tersebut.

ending pun standar, terlalu mudah, tidak ada pertentangan batin yang nyata sehingga ya udah .. nggak ada kesan apa-apa.

sayang banget sebenernya ..
novel yang sebenarnya berpotensi menjadi novel yang sarat konflik dari pertentangan batin, moral maupun cinta (karena selalu ada sudut-sudut pandang berbeda terhadap perselingkuhan) sehingga bisa memberikan kesan yang mendalam, akhirnya berubah menjadi novel standar berbumbu seks ..

saya sih nggak suka banget, tapi saat saya googling tadi pagi, ada review yang bilang bagus, seperti di sini :
http://bukakacamatakuda.blogspot.com/2008/02/affair-to-forget-tentang-anna.html

ada sih, analogi yang bagus yang saya dapet dari novel ini :
“Seperti melempar batu ke dalam danau yang permukaannya tenang. Ketika batu itu menabrak permukaan air, air akan beriak sebentar, kemudian akan tenang lagi. Tetapi, jangan salah karena di dasar danau itu, batunya tetap bersarang (dan memberikan pengaruh terhadap lingkungan dasar danau)”
(menurut saya bener banget .. hehehe)

anyway, kalau tetep penasaran, silakan dicoba ..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s