Tidak!

Standard

tidak!
aku tak ingin kamu menelepon dia di pagi hari sesampainya kamu di kantor dimana aku tak lagi dapat mengawasimu,
memang apalagi yang kalian obrolkan?
aku dapat menjadi teman mengobrolmu yang luar biasa,
i am everything you’ll ever wanted for a chat mate,
selama sepuluh tahun lebih kita tak pernah kehabisan bahan obrolan kan?

tidak!
aku tak ingin kamu diam di ruang tamu, berbaring meresapi lelah di akhir hari yang larut,  seraya berbicara dengannya dengan energimu yang sedikit tersisa
naiklah, aku menunggumu di tempat tidur,
mungkin mata ini telah terpejam,
tapi lengan ini tak akan pernah lelah menjadi tempatmu bersandar meredakan letih
bibir ini juga mampu menjadi teman mengobrol santaimu,
lengan ini bahkan dapat memelukmu erat dan menyakinkanmu bahwa kekuatiran hari ini cukuplah untuk hari ini,
lihat kan?
aku dapat memberimu lebih banyak hal daripada dia!

dan tidak,
aku tak ingin membagi dirimu dengan dia,
dia tak ada di saat susahmu di masa lalu,
dan dia pun takkan ada di saat kesulitanmu di masa depan
atas dasar apa dia merasa berhak mengklaim sebagian dari hatimu sebagai miliknya?!

lihatlah!

sampai kapanpun, di sisi kamu hanya akan ada saya.
berjalan bersisian,
atas dasar kesetiaan terhadap janji sepuluh tahun yang lalu.

dan jangan pernah katakan,
perselingkuhanmu adalah demi aku
perselingkuhanmu adalah demi menepati komitmen yang pernah terucap

karena sesungguhnya,
cara yang harus dilakukan untuk mempertahankan sesuatu yang disebut “kita”,
bukanlah dengan menyakiti aku!

*terinspirasi dari cerita seorang sahabat*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s