The Day of Too Much Thinking

Standard

sedang berpikir,

bila status dalam hubungan dianggap identik dengan komitmen,
apakah ketidak adaan status berarti tidak ada komitmen?
apakah menghindari adanya status berarti orang tersebut takut berkomitmen?

tapi kenapa juga status harus dianggap identik dengan komitmen?
tak bisakah berkomitmen tanpa adanya status / label sebuah hubungan?

dan satu lagi,

bila seseorang menunjukkan sifat aslinya bila emosinya sedang tidak stabil,
apakah semua perempuan bisa dibilang menderita defisiensi afeksi,
secara setiap kali terjadi ketidakseimbangan hormon semasa PMS
mayoritas perempuan biasanya menjelma menjadi mahluk yang haus perhatian?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s