Being Twilight-ized

Standard

Bukan, saya bukan pencinta serial milik Stephanie Meyer ini.
Kunjungan berulang kali ke toko buku membuat saya melihat buku-buku serial ini selalu berada di rak terdepan, tp saya tak pernah tergoda membelinya. Well mostly karena bukunya tebel-tebel banget, dan akhir-akhir ini saya sedang tidak mood untuk baca buku novel percintaan apalagi yang setebal itu.
Saya tak tahu sekeren apa sih Edward Cullen yang berhasil membuat semua ABG jejeritan melihatnya atau mendesah kagum setiap kali menyebut namanya.
Dan keinginan nonton Twilight semata penasaran seperti apa sih cerita roman remaja yang membuat para ABG dan separuh ABG separuh pekerja terpesona.

Jadi kemarin saya di-twilight-isasi. Oleh seorang lelaki muda tak belia yang sempat batal nonton sama saya minggu kemarin karena kehabisan tiket, tapi nampaknya dia semakin bersemangat nonton setelah melalap habis novel berjudul sama long weekend kemarin.

Perlengkapan yang dia bawa :
2 Tiket nonton Twilight di Senayan City, 18.45
2 minuman teh kotak
2 Chitato rasa ayam bumbu
4 Timtam wafer
1 novel Twilight (untuk dipinjam)

Dan saya, korban twilight-isasi membawa apa?
Nggak bawa apa-apa. Bawa diri doang. Ples senyum.

Tapi sepertinya misi lelaki muda tak belia ini berhasil semalam.
Saya berhasil di-twilight-isasi.
Edward Cullen yang awalnya saya cela karena mukanya yang keputihan, bibirnya yang kemerahan dan ukuran wajahnya yang kebesaran untuk badannya – mulai tampak mempesona saat dia dengan semangat ksatria melindungi Bella dari hantaman mobil yang lepas kendali.

Lalu bukti kami berhasil ter-twilight-isasi terlihat dari percakapan saat berjalan kaki dari Senayan City ke jalan Sudirman.

(saat baru berjalan beberapa langkah dari Senayan City)
Perempuan manis korban pesona Edward Cullen : “Aduh bokkk gue sebenernya males jalan ke Sudirman. Tapi gue nggak hafal sih kalo nerusin naik angkot dari Tanah Abang itu pake apa ..”
Lelaki muda tak belia : “Ya udah deh, sini gw gendong, gw bawa terbang mau?”
Perempuan manis korban pesona Edward Cullen : “Tapi nanti mampir ya di pepohonan terdekat, kita ngobrol-ngobrol dulu di situ. Jangan lupa harus ada city viewnya.”

(saat menyeberang jalan yang ramai)
Perempuan manis korban pesona Edward Cullen : “Ayo Pryyyy .. nyebrang! Kalo tar ada mobil yang nabrak gue, lo tahan pake tangan lo ya ..”
Lelaki muda tak belia : “Beres ..”

(saat berkhayal seraya menyeberangi parkiran gedung AIA)
Perempuan manis korban pesona Edward Cullen : “Lo tahu nggak, sebenernya seruan kalo mereka itu udah sedikit lebih tua dari mereka sekarang. Nggak remaja gitu. Misalnya sama-sama udah usia kerja. Terus ceritanya Bella-nya itu udah sering ketemu bajingan, susah lah nyari cowok yang bener. Terus ketemu deh sama Edward.”
Lelaki muda tak belia : “Terus sekalinya ketemu cowok baik, vampir aja gitu ya Cit? Sial bener tuh perempuan.”
Perempuan manis korban pesona Edward Cullen : “Iya, terus jadinya ceweknya kan’ bergumul gitu, secara dia susah dapet pacar, sekalinya naksir sama vampir. Emang suwe banget sih bokkk .. “
Lelaki muda tak belia : “Kok kita jadi curhat colongan gini sih ..”
Perempuan manis korban pesona Edward Cullen : “Embur. Curcol aja terus.”

(saat hendak menunggu bis)
Lelaki muda tak belia : “Lo nonton Interview with the Vampire nggak, Cit?”
Perempuan manis korban pesona Edward Cullen : “Nggak. Emang kenapa?”
Lelaki muda tak belia : “Keren. Jadi ada adegan Tom Cruisenya ngebawa Brad Pitt terbang gitu. Terus Brad Pitt-nya digigit.”
Perempuan manis korban pesona Edward Cullen : “Kirain Tom Cruisenya ngajak Brad Pitt nangkring di puncak pohon terus diajak ngobrol sambil liat pemandangan.”

Demikianlah obrolan dua manusia korban twilight-isasi semalam. Kedua korban pulang dengan hati gembira.

Overall, filmnya cukup keren. Saya cinta sekali sama sinematografinya, setiap adegan seolah dirangkai sedemikian rupa yang memanjakan mata.
Saya juga suka sekali sama karakter Edward. Pantas saja banyak ABG maupun mereka yang sudah bukan ABG terpesona sama lelaki satu ini. Hehehe.

Udah ah. Ini kan blog, bukan review🙂

p.s.
hihihi. saya memang teman durhaka sekali.
JIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA ..
MAKASI DAH MAU BANTUIN BELIIN TIKEEETTT .. hihih. mwah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s