Memindahkan Gantungan

Standard

mencoba berhenti bergantung pada kekuatan sendiri memang nggak gampang ya.
bah. hari ini saya sekali lagi berperang sama diri saya sendiri untuk hal satu ini.

jadi dulu pas kecil, setiap kali Sekolah Minggu, saya sering sekali mendengar kalimat ini, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33)

dulu rasanya gampaaaanggg banget ngomong kalimat ini, sampe hafal di luar kepala. mungkin karena faktor dulu saya masih kecil, belum diharuskan untuk bertanggung jawab atas pemenuhan kebutuhan sendiri dan keluarga ya, sehingga rasanya memenuhi instruksi Alkitab satu itu bukanlah persoalan besar.

tapi sekarang?

duh. rasanya susah banget.
saat menghadapi kendala ini itu, yang bikin saya kuatir dan takut, naluri refleks saya adalah mengerahkan segala daya upaya yang masih bisa saya lakukan dengan kekuatan saya, untuk mengatasi / menghindari kendala tersebut.
normal dan manusiawi banget kan?
ada kendala, ya harus cari cara untuk mengatasi kendala itu dong. 

kadang saya basa-basi, mengikutsertakan masalah yang saya hadapi dalam doa, tapi tetep aja berusaha sendiri cari solusi kesana kemari, meskipun seringnya ketemu jalan buntu juga.
sampai akhirnya saya sebal sendiri.
merasa lelah berjuang tanpa hasil.
dan di tengah kelelahan itu, barulah saya kembali berdoa lagi. lebih karena putus asa, nggak tahu harus bagaimana lagi.

dan entah kenapa setiap kali ada di kondisi seperti ini, ayat Alkitab yang saya kutip di atas jadi memiliki gaung yang berbeda.

sering banget saya berbuat sebaliknya.
merasa sekarang sudah menjadi manusia yang sedikit lebih pintar, udah bisa cari duit sendiri bahkan udah diharuskan mengalokasikan sebagian untuk kebutuhan orang lain – akhirnya jadi belagu.
it’s been years since i stopped bothering my family with all my problems, membuat saya membiasakan diri untuk memecahkan masalah saya sendiri, dimana setiap kendala harus saya cari solusinya sendiri.
for short, i am counting on my own strength.
dan namanya juga manusia, nggak terhitung berapa kali saya akhirnya mengambil solusi yang salah. nggak terhitung berapa kali saya terpaksa mengambil solusi yang sifatnya sementara, yang tetap saja nggak memecahkan akar persoalannya.

dan setiap kali ini terjadi, saya pasti terlalu sibuk berusaha memecahkan masalah saya sendiri, sehingga nggak punya waktu untuk datang ke Tuhan.

terbalik kan?
kalau menurut ayat di atas, harusnya saya datang dan cari Tuhan dulu, niscaya semuanya itu (solusi masalah, rejeki, dllst) akan ditambahkan Tuhan kepada saya.
sesuai dengan waktu dan rencana Dia, tentu saja.
BUKAN menurut waktu saya, maupun rencana saya.  

bila bagi Dia belum waktunya masalah saya itu dipecahkan, mungkin karena saya masih harus belajar lebih banyak lagi dari proses yang saya jalani.

bila bagi Dia belum waktunya saya memperoleh rejeki yang saya inginkan, mungkin karena saya belum dipercaya mampu menggunakan rejeki tersebut dengan bijaksana.

namun selama menunggu, Dia pasti akan berikan kekuatan, ketenangan maupun kelegaan dari beban yang menghimpit.
menunggu bersama Dia selalu berbeda rasanya.
instead of feeling depressed, i usually feel calm and more patient.
instead of feeling confused, i usually feel assured that things will be allright soon.

nah.
hari ini saya harus menghadapi kenyataan bahwa masalah saya ternyata belum selesai.
and seriously, saya takut. kuatir. bingung harus gimana.

lalu saya berusaha ingat kata-kata ajaib di atas.
seek Him,
and believe that He will make things work,
and everything will be allright.
every single thing,
in His time.

ah.
memindahkan gantungan memang sulit.
tapi sekali lagi, kenapa juga harus bergantung sama diri sendiri kalau bisa bergantung sama Dia?
jelas-jelas Dia pasti lebih hebat dari saya.
kekuatan Dia juga pasti lebih besar juga dari saya.
obviously, He can do all things that I can’t.

jadi, secara logika, memindahkan gantungan dari diri sendiri ke Dia, berarti putting my problems into much better hands kan?

so i shall not be worried then.

hey big problems, i have much BIGGER GOD by my side!
Hehe.😉

*tenang, ini bukan jurnal penginjilan atau jurnal religius. cuma sharing pemikiran aja kok. sekalian jadi reminder saya ;)*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s