The Arians

Standard

setelah menyadari bahwa pelet saya ada di parfum keluaran Hugo Boss, semalam saya baru menyadari ada satu lagi kriteria lelaki yang cenderung menyihir saya dengan pesona mereka (bah. even i despise myself for saying this)

they are usually has Aries as their starsign.

saya punya banyak sekali teman baik / gebetan / mantan pacar / mantan gebetan yang berbintang Aries.
entah kenapa.
setiap kali kenal lelaki baru berbintang Aries biasanya mudah sekali nyambung. it feels like we are in the same wavelength, we joke in the similar ways, pokoknya gampang deketnya deh.

contohnya akhir-akhir ini,
dalam selang beberapa bulan, saya bertemu dua lelaki.
dua-duanya memberikan gejala yang sama. saya belum kenal lama sama mereka, tapi kita bisa ngobrol dan bercanda tanpa henti saat ditinggal sendirian (berdua saja). rasanya selalu seperti ketemu teman yang sudah lama kenal, karena begitu menyenangkan berada bersama mereka.
and guess what, bintang mereka dua-duanya Aries.
(yang satu awalnya saya kira Leo, tapi ternyata dia Aries juga)

belum lagi mengingat salah satu mantan saya yang paling susah “dikelarin ceritanya” karena dia sekaligus merupakan sahabat terbaik saya.
dia juga Aries.

belum lagi mengingat salah satu teman baik saya sekarang, yang berawal dari interaksi yang menyebalkan karena flirting murahan yang dia lakukan terhadap saya,  tapi sekarang kita malah jadi teman cerita meskipun kami berasal dari lingkungan pergaulan dan lingkungan kehidupan yang sama sekali berbeda.
dia juga Aries (dan dia juga percaya bahwa spesies Aries adalah lelaki-lelaki yang paling keren dibandingkan lelaki rasi bintang lain)

jadi ya gitu, it seems like i always have a soft spot for Arians.

nah.
semalam saya bertemu seseorang. teman baru, setelah beberapa bulan hanya saling telp/sms, bertukar pesan di facebook. selama beberapa bulan terakhir pun dia selalu ngajak ketemu, tapi sepertinya situasinya nggak memungkinkan. i’ve lost track how many times i cancelled our plans, dan saya selalu susah diajak ketemuan sama dia dengan jadwal yang (entah kenapa) selalu penuh.
oh well, memang saya nggak terlalu niat juga sih ketemu dia. jadi ya nggak dibela-belain, dan ini bikin mustahil untuk ketemu mengingat kantor dan rumah saya yang ada di ujung dunia.

tapi ya, mulai Senin kemarin saya pindah ke kantor baru, pindah ke kost-an baru. much closer to the centre of the city, sehingga akhirnya kita berhasil membuat sebuah janji makan malam di sebuah mal yang jaraknya cuma 10 menit dr kost.

guess what?
i had so much fun!
we had dinner at some chinese noodle restaurant, dilanjutkan dengan sesi ngopi di coffee shop mall sebelah yang masih buka sampai malam, lalu dia mengantar saya pulang.

FYI, saya jarang mau melanjutkan sesi ngopi setelah makan malam (secara rumah saya dulu juga jauh, sehingga saya harus segera pulang – dan kadang-kadang teman ngobrolnya juga kurang menarik sehingga saya tak tergoda melanjutkan obrolan malam itu) but last night i found myself saying yes when he asked whether we should get some ice cream or coffee.

jadi kebayang dong, seberapa menyenangkannya semalam.
we discussed everything – from philosophy to the phenomenon of chinese people, from food to scuba-diving.

di akhir kencan, saya tergoda untuk menanyakan tanggal lahirnya. ya, tujuannya nggak lain dn nggak bukan adalah untuk mengetahui rasi bintangnya.

and yes.
he’s an Arian.

argh!
again?!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s