Dag. Dig. Dug.

Standard

pagi ini sudah disambut dengan kabar tak menyenangkan.

jadi, hari ini hari terakhir.
rencananya mau pergi dengan cara baik-baik dengan meminimalisir sakit hati, tapi dilihat dari cerita mengenai gelagat yang terjadi kemarin di lingkungan BOD sih, sepertinya agak susah nih.
oh well.
kalau gelagatnya seperti itu sih, bisa jadi gue harusnya bersyukur sudah bisa keluar dari sini.
ya udahlah, kalo harus bakar jembatan, ya udah.
mau diapain lagi?

pagi ini juga gue sudah disambut dengan kabar kalo nyokap lagi sakit. nothing serious, tadi nggak demam dan cuma muntah-muntah aja. antara masuk angin atau salah makan.

ah. hari baru berjalan beberapa jam, tapi kabar buruk udah menyerbu.

however, amidst all the bad news, ada satu kabar baik.
seseorang dari penerbit buku yang cukup terpandang menelepon berkenaan dengan naskah Catatan Harian Selingkuhan gue.
dia bilang, ide-nya bisa diterima, tapi ada beberapa revisi yang harus dilakukan.
and we shall meet next week to discuss the revision.

ah gila.
seriusan nih?

seneng sih (seneng banget malah!) tapi belum sempet tersenyum karena gue lebih worried sama apa yang akan terjadi seharian ini di kantor. huhuhu.

oh well.
come what may lah.
I have a Big God by my side, anyway😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s