Animal Peeve

Standard

sampai saat ini, bentuk hewan yang paling sukses bikin saya jijik dan ketakutan setengah mati adalah bentuk panjang langsing melingkar dan seringnya diikuti dengan lendir.

ew. ngebayanginnya aja saya udah merinding sendiri.

yup. saya itu paling takut sama hewan-hewan seperti cacing, ular, ulat ataupun lintah / pacet. waduh. ngeliatnya aja udah bikin berjengit, apalagi kalau sampai mengadakan kontak langsung dengan hewan-hewan tadi.
kalo binatang lain macam kecoak / kelabang masih mending lah (meskipun shock juga kalo lagi mandi pagi dengan mata setengah terpejam dan mendadak nemu kelabang besar di tembok bak mandi)

saking parno-nya, saya pernah nonton dokumenter soal cacing / ular di TV, dan malamnya langsung kebawa mimpi.
saya juga paling panik kalau melihat cacing di kamar mandi, meskipun biasanya bentuknya itu sangat kecil, tipis dan (tampak) tak berdaya, saya selalu berada sejauh mungkin dari cacing tersebut saat saya menyiram cacing itu dengan gayung berisi air agar terbawa ke pembuangan.
dan kalau sudah melihat ulat di saat saya sedang berada di lokasi yang banyak hijauannya, pasti saya otomatis merasa gatel-gatel, meski sebenernya sama sama sekali nggak ada kontak fisik sama sang ulat (tapi berasa bulunya dibawa angin dan nempel di badan saya, jadinya gatel-gatel)
dan saya juga nggak sama sekali nggak mau keluar kamar saat katanya ditemukan ular di depan pintu kamar saya, meskipun saya nyaris nggak melihat ularnya seperti apa.

udah deh, saya memang malu-maluin kalau berhadapan dengan hewan sejenis ini.

nahhhh .. dengan ketakutan tak beralasan semacam ini, ada satu hal lagi yang sampai sekarang nggak pernah bisa saya lakukan, yaitu :

minum obat cacing.

adooohhhhhhhhhhhhhhh .. seriusan deh, saya takuuuttt banget melakukan hal di atas. entahlah, rasanya proses minum obat cacing (dan merasakan efek dari obat tersebut) sangat berpotensi menjadi mimpi buruk saya.
kebayang nanti cacingnya keluar dan masih “alive and kicking” – sehingga dia klewer-klewer gitu .. oh Tuhankuuuuuuuu .. *merinding*

nah, Ibu saya juga nggak pernah membiasakan anak-anaknya minum obat cacing secara berkala. yes i know, sebaiknya memang minum secara reguler ya, supaya sehat karena memang telur cacing itu ada dimana-mana. tapi nasi sudah menjadi bubur. mau diapain lagi?

akhir-akhir ini, bos saya yakin sekali kalau saya itu cacingan. secara katanya saya itu cepet ngantuk, dan makannya banyak tapi badannya segitu-segitu aja. dan saya sebaiknya minum obat cacing.

udah banyak orang yang saya tanyain, obat cacing yang bisa memberikan efek HANCUR ke cacingnya apa sih? udah dapet juga rekomendasi merek yang sebaiknya saya minum (katanya sih Combantrin yang efeknya begini). udah beli juga kemaren pas ke Guardian saat saya beli obat buat tenggorokan.
tapi masih belum berani minum, bok.

alhasil obat itu masih bertengger manis di meja di kamar saya.
belum diminum, sampai sekarang.
huhuhuhu.

ada saran yang bisa menurunkan ketakutan dan keparnoan saya?

(kalo cuma bisa ngasi tau yang tambah nakut-nakutin saya, mendingan jangan deeeehhh .. bisa-bisa tuh obat saya buang sekalian. hehehehe)

JOURNAL UPDATE, on November 13, 1:49 PM :

sodara-sodara ..
sepertinya gue jadi tambah parno setelah membaca replyan kalian ..
*menimbang-nimbang akan menyimpan combantrin sampai lain hari lagian kan belum tentu juga cacingan*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s