Unwell, in and out.

Standard

saya sedang tidak sehat luar dan dalam.

pilek berat sejak dua hari yang lalu, ditambah hari pertama mens. halah.
alhasil sekarang mata ngantuk (karena minum obat), hidung dan tenggorokan gatal, perut sakit, hati gundah gulana haus pratian.
(heran, kenapa sih dorongan hormonal perempuan harus berujung pada minta dipratiin? huh)

agak sial, secara akhir-akhir ini kerjaan lagi banyak. proposal. terms of reference. beberapa business letter. semuanya perlu stamina otak yang tinggi, dan bener-bener ga helpful banget saat ini mood saya lagi ngantuk, otak lagi lamban jadi kecenderungannya cuma mau liat hal-hal yang nggak butuh diproses otak.

selain itu, ada juga kecenderungan lain untuk melakukan hal-hal yang semakin meracuni diri sendiri.

1. makan lauk bersantan.
akhirnya jd nambah satu penyakit. kembung karena maag. bah.

2. facebook-ing, multiply-ing, YM-ing, gofugyourself-ing.
saking udah sering diliatnya, sampe bosen. rasanya ngetik apa-apa juga males. komentar yang diberikan juga komentar-komentar bodoh. akhirnya jadi bengong depan layar laptop. nggak tahu mau liat apa lagi.

3. nonton film panjang yang nggak jelas juntrungannya
bikin otak saya makin nggak beres. semalam sudah karena merasa agak sehat, menculik seseorang buat nonton. menjajal velvet class di blitz pp. nggak mratiin judul film, yang penting film yang nggak ada di jaringan 21.
ternyata oh ternyata .. film Mongol semalam itu panjang sekali .. alurnya susah dan lompat-lompat .. pemerannya nggak ada yang cakep .. rasanya saya nyaris tertidur dibuai sinematografinya yang keren banget (the only good thing from this movie, i think). tumpukan bantal-bantal besar beledu sama sekali nggak menolong saya untuk konsentrasi menonton film.
akhirnya saya menyerah dari upaya mengerti jalan cerita film, dan mengakui pada rekan pembayar tiket bahwa saya tidak mengerti film yang tadi saya tonton (yang langsung disambut dengan tatapan sebal dari dia).

4. nelepon gebetan lama yang udah jelas bajingan
bwhahahahaha. ini tindakan terbodoh yang saya lakukan barusan. bicara sama dia pun udah ngasal, nggak dipikir banyak-banyak. nggak ada sensasi apa-apa. ah, ternyata pengaruh dia sudah benar-benar mati (hore! hahahaha).
tapi sepertinya gaya dia masih sama-sama aja kayak beberapa bulan yang lalu, gaya yang sama yang dulu bikin saya kleper-kleper terpesona. tapi sekarang malah terasa basi. heran. kenapa sih bajingan macam dia tidak memperbaharui metode rayuannya secara periodik? bisa jadi lama-lama dia akan menjadi bajingan obsolete dengan rayuan yang tidak lagi laku.
 

buset.
saya nulis apa sih nih?
selama menulis aja saya sudah sepuluh kali menguap.
oh Tuhanku .. kenapa proposal itu tidak dapat menyelesaikan dirinya sendiri sih ..

*memandang worksheet excel penuh angka dengan pandangan malas*

ah.
kita telepon lelaki bajingan itu lagi yuk.
tadi kan’ keputus timer …

*dududududu*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s