Resurrection

Standard

saya kira saya sudah membunuhnya sebulan lebih yang lalu.
tapi tidak.
dia hidup kembali semalam.
dan bodohnya,
sayalah yang menghidupkannya kembali.

dan ya,
seperti biasa,
dia selalu mampu membuat saya tersenyum
mengajak saya melewatkan waktu satu jam dengan pembicaraan yang sangat menyenangkan
mendorong saya untuk kembali berpikir, dan berpikir lagi, seperti yang sudah-sudah
kembali menyusur putaran tanpa akhir penuh pertanyaan

kenapa bukan dia?
apa benar orangnya bukan dia?
bila memang bukan dia, kenapa bersamanya terasa begitu menyenangkan?
why does it feel so DAMN RIGHT?!

shit!

yes.
My personal, my very own Mr. Big is back.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s