The Apprentice Los Angeles

Standard


Rating:
Category: Video Games
Genre: Simulation
Console: PC Games

pertama kali saya memainkan game ini adalah Juli 2007 (read: http://citra.multiply.com/journal/item/412/The_Apprentice) dan saya menuliskan komentar setelah tiga menit bermain.

ok, now i’ve spent quite few hours playing this game until the end, and here’s what i think.

this is game is WORSE than Diner Dash!
kenapa?

1. game ini menipu harapan orang-orang yang membeli dengan nama The Apprentice yang digunakan.
really, dengan mengusung nama The Apprentice, saya berharap akan memperoleh game yang lebih cerdas dan lebih banyak memperlukan keterampilan otak dari pada tangan.
and guess what? no brain usage needed. just your ability to move your mouse the quickest you can, and probably a good eyesight.

2. game ini sangat tidak efisien.
oke, mungkin model permainan seperti ini sudah cukup familiar dengan berbagai seri Diner Dash yang cukup populer. i played Diner Dash myself. tapi menurut saya, The Apprentice jauh lebih tidak efisien daripada Diner Dash.
nggak ada kemampuan untuk membawa beberapa barang sekaligus. nggak ada chain bonus bila berhasil melakukan rangkaian kegiatan yang sama. skor cuma bertambah saat satu pesanan konsumen dipenuhi, itu saja.
yang paling mengganggu sih itu, tokoh utamanya hanya bisa membawa 1 barang sekali jalan (pengecualian bila dia sedang mengumpulkan pembayaran, nah kalau ini bisa sekalian). jadi kalau ada empat konsumen yang menginginkan barang yang sama, kita harus bolak-balik empat kali.
and believe me, hal ini benar-benar berpengaruh terhadap tingkat pegalnya tangan yang memegang mouse. i always stop playing after few levels, karena telunjuk saya rasanya kaku dan pergelangan tangan saya mulai sakit.
it just doesn’t make any sense.

kesimpulannya, game ini nggak worth untuk dicoba.

game ini nggak menghibur, cuma bisa bikin tangan sakit.
game ini pastinya tidak lebih menghibur dari Diner Dash, yang memberikan lebih banyak fitur-fitur kenyamanan di dalam game untuk mereka yang memainkannya (seperti yang saya kemukakan di atas).
dan abaikan nama The Apprentice.
game ini nggak bikin pintar, nggak melatih quick response kita juga. menurut saya malah pembodohan karena kita benar-benar nggak bisa melewati level-levelnya dengan strategi apapun – harus dengan kecepatan menggeser mouse, mengklik dan paling banter melihat dengan teliti pesanan konsumen biar nggak salah ambil barang.
and my brain finds this offensive.
hehehe.

masih mau main game ini juga?
saran saya, jangan pake full screen mode.
full screen mode hanya akan menyebabkan letak satu barang ke barang yang lain lebih jauh, sehingga tangan akan jadi lebih cepat sakit / pegal.
saran lainnya?
well, jangan beli. pinjem aja. ga worth it soalnya. hehehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s