kutukan seorang wanderlust

Standard

kenapa oh kenapa,
gue harus menjadi seorang, yang disebut oleh salah satu chicklit yang pernah gw liat di toko buku setempat, wanderlust?
orang yang seneng mengembara. jalan-jalan. pergi ke sana ke mari. melompat dari satu tempat ke tempat yang lain. yang rasanya nyaris gila kalau sebulan lebih nggak bisa kemana-mana.

menjadi wanderlust itu rasanya menyebalkan.
kecenderungan yang menjadi sumber derita dan nestapa. khususnya saat dihadapkan pada ajakan jalan-jalan, seperti ini :

26 Juli – Diving di Sanghyang sama anak-anak jurnalis foto
31 Juli sd 3 Agustus – Festival Hasil Bumi di Lebak, Banten
15-18 Agustus – Pulau Peucang, Ujung Kulon

oooooooohhhhh.
aku mau ikut semuaaaaaaaaa ..
*muka serakah*

tapi apa daya.
bolos / cuti dari kantor nggak bisa sering-sering.
gaji juga segitu-segitu aja. prioritas utama yang pasti bukan untuk jalan-jalan.

akhirnya cuma bisa manyun.
karena terpaksa harus memilih.
uh!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s