calls in distress

Standard

suatu hari, 01.55 AM
sebuah telepon masuk. mati sebelum sempat terangkat.
however, itu sudah sukses membut sang pemilik telepon terbangun. sekaligus menyadari jendelanya yang terbuka. pantas dia kedinginan.
dia menutup jendela, seraya melihat nama sang penelepon.
mengirim sms.
“A miscall? At 2 AM?”
penelepon menelepon lagi.
bertanya apakah dia sudah tidur. bersikeras untuk menyudahi telepon saat tahu dia sebenarnya sudah tidur saat itu. tidak mau dibantah. meski dia sama sekali tidak keberatan bicara dengannya malam itu.
telepon diputuskan tanpa bisa digugat.

hari lain, 11.59 AM
telepon masuk. dari penelepon yang sama. kali ini si pemilik telepon sedang stay up late, entah karena keasikan main game atau karena sedang menyelesaikan tugas akhir.
telepon itu diangkat.
“Kok belum tidur sih?” itu pertanyaan pertama yang dilontarkan.
“Iya, kebetulan belum. Masih ngoprek-ngoprek laptop. Lagi dimana?”
“Baru pulang,”
bicara sebentar. lalu disudahi, karena di penelepon menyuruh pemilik telepon untuk segera tidur. dan seperti biasa, tidak dapat dibantah. pembicaraan berakhir.


dua malam yang lalu, 11.35 PM

sebuah sms dikirim oleh si pemilik telepon. bertanya apakah dia sudah tidur, meminta izin apakah dia boleh menelepon.
tidak ada balasan.
pemilik telepon pun memutuskan untuk membaca novel di tangannya, dan baru bisa tertidur dua jam kemudian.


semalam, 12.54 AM

sebuah telepon masuk.
seperti biasa, si pemilik telepon terbangun dan telepon mati sebelum sempat diangkat.
dia menelepon balik. menjawab dengan jujur saat ditanya apakah dia sudah tidur oleh sang penelepon, yang langsung segera menyudahi dan meminta dia kembali tidur.
tidak bisa dibantah, dia sudah tahu.
karena itu dia mengangguk saat si penelepon berjanji akan meneleponnya esok pagi. 

dan rentetan ini ditambah oleh 1-2 telepon lain yang muncul pada jam yang kurang-lebih sama, dilakukan oleh sang penelepon yang sama, terhadap pemilik telepon yang sama.
dari empat kejadian di atas,
tiga dari si penelepon.
satu dari si pemilik telepon.

apa ini?
a chain of calls in distress?

yang pasti, ada satu a call in distress dari empat kejadian di atas.
satu-satunya yang dilakukan oleh sang pemilik telepon.
yang lainnya,
dia tidak tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s