diam dan bernafas

Standard

dia meraih ponselnya
mulai menuliskan SMS permintaan maaf
atas perselisihan yang sekali lagi terjadi semalam
meski belum genap seminggu
mereka berdamai atas pertengkaran sebelumnya

ah.
dia letih meminta maaf.
dia bosan dengan segala alasan yang dia tahu akan dia kemukakan.

kenapa dia begitu pemarah akhir-akhir ini?
dia tidak tahu bahwa dia bisa mengucapkan kata-kata sejahat itu saat dia marah.
dia yang di sebelah sana pun sama saja
sedikit kata yang menyinggung,
dia pun meledak dan mengucapkan kata yang sama jahatnya.

keduanya memang terlalu keras,
keduanya memang terlalu defensif

he’s more insecure than she thought,
she’s more damaged than he thought.

dia menghapus kembali karakter yang telah ditulisnya
meletakkan ponselnya kembali.
dia belum siap menyelesaikan ini sekarang

dia letih meminta maaf.
dia letih mencari alasan.

dia pun mulai kehilangan alasan
kenapa dia memulai semua ini pada awalnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s