eksistensi

Standard

salah satu keinginan manusia yang terbesar adalah
mengetahui apakah keberadaan dan eksistensinya berarti bagi manusia yang lain.

dan

salah satu kekecewaan manusia terbesar adalah
menyadari bahwa dia tidak berarti apa-apa
bagi mereka yang sangat berarti baginya.

ini adalah sebuah pembelajaran yang tidak disangka, yang gue peroleh dari pembicaraan dengan seorang teman pagi ini.
jadi pagi ini, saya bertemu dengan salah seorang kenalan saya di messenger.
saya tidak pernah percaya bahwa dia benar-benar ingin berteman sungguhan dengan saya (like, dia ada di saat saya butuh ataupun sebaliknya), karena pembicaraan kita biasanya sebatas obrolan basi biasanya diwarnai oleh godaan-godaan centilnya terhadap saya.
tapi hari ini dia mengejutkan saya dengan responnya saat saya berkata,

“nggak usah sampai segitu lah. jadi teman ngobrol dan curhat aku aja. it means more than any of those things you said you want to do for me.”

dan saya kira dia siap dengan godaan centilnya yang pantang menyerah, tapi kemudian dia menjawab,

“thanks .. :)”

that moment, i realized. we’ve become real friends.
because he knows, that he’s meant something for me.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s