chance comes twice

Standard

mereka bilang kesempatan tidak datang dua kali
but it does, for me.

setelah melewatkan kesempatan pertama karena kebodohan dan kealpaan saya, kesempatan itu datang lagi untuk kedua kalinya
kemarin, via sms.

dan saya masih tidak yakin akan mengambil kesempatan itu.

pernah punya obsesi / cita-cita terpendam, yang ingin sekali kita capai meski tidak sepenuhnya yakin bahwa kita punya capability untuk melakukannya?

saya punya.

dan tidak, saya belum mau menjelaskan apa cita-cita saya itu
ya itu, karena saya sendiri tidak yakin bahwa saya mampu melakukannya
tapi pengen boleh saja kan?

nah, ini kesempatan kedua untuk masuk ke jalan itu
jalan menuju cita-cita terpendam saya
yang berarti melompat keluar dari jalan yang selama ini saya tempuh, ke jalan baru yang belum diketahui situasinya, apalagi diketahui menuju kemana

saya ingin pindah ke jalan itu .. tapi saya takut
takut jalan itu akan menolak saya, menendang saya kembali ke jalan saya semula
takut saya akan terpaksa menelan pil pahit kenyataan bahwa bisa jadi saya memang tidak diperuntukkan untuk berjalan di jalan itu. bahwa kemampuan saya tidak cukup / tidak cocok untuk tetap menyusuri jalan itu.

ah.
haruskah saya mencobanya?
sungguh, saya takut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s