teori gelas tumpah

Standard

salah satu perempuan terdekat gue baru jadian kemarin pagi. dia termasuk perempuan yang sangat selektif dan kritis, sehingga bisa dibilang ini adalah pertama kalinya dia pacaran.
saat kita mall-hopping kemarin, dia banyak cerita soal pacar barunya ini.
juga mengenai perasaan positif yang dia rasakan akhir-akhir ini, yang membuat dia keheranan. hal-hal yang biasanya terasa mengganggu baginya, bisa dia hadapi senang hati tanpa bergerundel.

dan saya pun menceritakan teori gelas tumpah padanya.
saya percaya bahwa manusia itu seperti gelas.
perhatian orang-orang di sekitarnya seperti air yang mengisi gelas itu.
jadi semakin banyak air yang mengisi, airnya akan tumpah / meluap kepenuhan dan membasahi sekitarnya.
jadi, intinya ..
manusia yang telah menerima perhatian dan kebaikan dari orang lain, bila porsinya sudah cukup untuknya (gelasnya penuh), dia akan cenderung menyebarkan lebihan / luapan perhatian dan kebaikan itu kepada orang-orang di sekitarnya.

this explains kenapa orang-orang yang baru jadian cenderung berpikiran lebih positif dan lebih ringan membantu orang lain. saat itu gelas mereka sedang diisi menerus tanpa henti, sehingga luapannya pun tidak putus-putus.

jadi tinggal sekarang kita memilih, mau jadi gelas apa.
rasa cukup menentukan kita mau jadi gelas seperti apa.
sedangkan gelas yang kita pilih menentukan sampai sejauh mana kita ingin di”isi” sebelum akhirnya kita bisa meneruskan kebaikan itu pada orang lain.

kita bisa memilih jadi gelas cocktail, yang tidak memerlukan air terlalu banyak sebelum dapat meluap tumpah.
atau kita bisa memilih jadi gelas teh manis hangat di warteg yang ukurannya tinggi dan besar, yang memerlukan air sangat banyak hanya untuk memenuhinya
dan bisa juga kita memilih jadi gelas berlubang, yang tidak peduli seberapa banyak air yang dituangkan ke dalamnya, gelas itu tidak akan pernah penuh.

dan ukuran gelas ini sukur-sukur ukurannya makin kecil dari hari ke hari, semakin menyerupai gelas tequila shots atau tatakan gelas aluminium sekalian, sehingga makin cepat meluap tanpa perlu terlalu banyak diisi.

menurut saya, lebih banyak manusia yang berganti-ganti wujud gelasnya.
kadang dia jadi gelas cocktail. kadang jadi gelas berlubang.

tapi biasanya,
semakin sering dia mengalami luapan,
semakin cepat gelasnya mengecil.

ah.
jadi kepikiran
sekarang gelas saya sebesar apa ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s