opposites attract

Standard


banyak orang yang bilang, opposites attract.
ah, menurut saya tidak juga.

akhir-akhir ini entah kenapa saya punya teori bahwa jodoh kita adalah dia yang juga menyukai hal-hal yang kita suka.  karena bila tidak, hidup bersamanya pasti akan menjadi membosankan.

friends come and go, children come and go ..
pada awalnya ada dia, dan di akhir juga hanya ada dia, dialah teman jalan abadi kita.
jadi agak repot kan, kalau ternyata dia tidak menyukai apapun yang kita suka?
akhirnya masing-masing jadi jalan sendiri-sendiri.

misalnya nih ..
saya penggila nonton. saya termasuk orang yang suka sembarangan nonton film, sering nggak peduli artisnya siapa, yang penting jalan ceritanya terlihat menarik, saya pasti mau nonton.
nah .. kalau jodoh saya nggak suka nonton film, atau hanya mau menonton film yang SEMUA orang tonton, repot juga kan, karena pastinya dia nggak akan mau saya ajak nonton film-film “nggak biasa” yang ada di Festival Film Perancis atau sejenisnya .. atau mungkin dia nggak akan mau menemani saya maraton nonton (misalnya) Lord of The Rings I – II dalam rangka menyambut Lord of the Rings III yang premiere hari berikutnya.
akhirnya saya mungkin akan terdorong atau mencari teman nonton lain, atau nggak jadi nonton sama sekali.

misalnya lagi nih ..
saya itu seafood-tarian dan babitarian (meminjam istilah teman saya).
saya suka banget sama sushi, dimsum, sampe ke nasi campur chasiu .. you name it.
dan kalau jodoh saya nggak bisa makan seafood maupun makan babi (karena alasan kesehatan atau agama), repot juga .. secara kedua jenis makanan tersebut biasanya cukup terspesialisasi – resto yang jual seafood jarang jual ayam (misalnya) .. atau resto yang jual babi, jarang jual masakan yang non-babi (minimal pasti ada minyaknya).
akhirnya saya pasti akan terdorong atau mencari teman makan lain, atau mungkin jadi nggak makan sama sekali.

kebayang kalau hal ini sampai berlangsung bertahun-tahun?

kamu suka main-main di pantai, dia ga suka kegiatan outdoor.
kamu suka diving, dia malah nggak bisa berenang.
kamu suka jalan-jalan bodoh ke ragunan, monas dllsb, sedangkan dia, setiap kali kamu menyebutkan rencanamu itu, hanya menatap kamu dengan setengah mencemooh, “aduh .. ngapain sih ke tempat-tempat seperti itu?”

fun for you is not fun for him / her. dan mungkin berlaku juga sebaliknya.
ada beberapa kesukaan yang bisa dipelajari untuk suka (seperti fotografi, renang, dll) .. tapi ada beberapa kesukaan yang sudah absolut tidak bisa ditularkan (preferensi makanan, dll).

memang paling asik kalau punya kesukaan yang saling melengkapi.
yang satu suka fotografi, yang lainnya banci foto (yang tentunya lumayan pinter menilai foto tampak bagus atau tidak)
yang satu suka masak, yang lainnya suka makan
yang satu suka nyanyi, yang lainnya suka main musik
yang satu hobi cari duit, yang lainnya hobi belanja *winks*
tapi dunia nggak bisa seideal ini kan?

terus terang ..
sejauh ini saya sudah pernah ketemu dia yang nggak bisa makan seafood, dan harus menerima kita makan di tempat makan yang netral aja, padahal saya lagi pengen banget makan sushi.
saya sudah pernah ketemu dia yang nggak suka nonton, sehingga saya nggak bisa minta dia temenin saya nonton The Fall yang cuma ada di Blitz Megaplex.
dan saya tahu persis,
ada teman saya yang sudah pernah ketemu dia yang nggak suka air, padahal teman saya itu penggila olahraga diving.
dan ada teman saya yang ketemu dia yang nggak suka jalan-jalan, padahal teman saya itu hobi banget jalan keluar kota. akhirnya dia sering komplain sama saya bahwa dia kebosanan.

do you still think opposites attract?

well .. menurut saya, opposites may attract, tapi hanya kalau ada toleransi yang seimbang antara keduanya. harus mau mencoba untuk menyukai (setidaknya menoleransi, sehingga mau menemani) apa yang disukai oleh pasangannya.

dengan begitu pasangan tetap saja bisa menjadi teman jalan abadi kita – atau bahkan agenda jalan-jalan kita bisa tambah bervariasi .. karena kita menggabungkan kesukaan kita, dan kesukaan dia.

ah. ini pemikiran saya.
jangan terlalu diambil hati, karena teori saya ini juga belum teruji kebenarannya .. hehehe :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s