first lay-off

Standard

jadi hari ini adalah hari pertama gue melakukan lay-off.

due to certain circumstances inside the company, gue terpaksa melepas sekitar 15 orang Sales Promotion Girl (SPG) yang secara struktural ada di bawah gue.
keputusan ini datang beberapa hari yang lalu, dan HRD Manager gue ngerti banget kalo gue nggak tahu caranya menyampaikan berita seperti ini ke yang bersangkutan .. karena itu beliau bersedia membantu gue.

jadi hari ini mereka semua dikumpulkan di kantor Jakarta gue, tanpa diinformasikan sebelumnya bahwa mereka akan di”lepas” (duh. really. i can’t speak that word. gue prefer menggunakan kata “lepas”).
mereka ketemu gue dan sales supervisor gue dulu .. sesi pelaporan dan evaluasi seperti biasanya .. lengkap dengan ketawa-ketiwi yang biasanya mewarnai briefing dua mingguan kita.
kita berdua sangat berhati-hati untuk tidak mengatakan apa-apa berkenaan dengan rencana lay-off ini – tapi kita juga sama sekali tidak memberi instruksi apapun berkenaan rencana kerja mereka dua minggu ke depan.
briefing selesai, dan giliran HRD Manager gue mengambil alih.

Temen sales gue langsung berangkat ke customer, dan gue kerja di ruangan dalam. we know we might face a lot of questions from them regarding the lay-off, secara kita berdua yang paling dekat dengan mereka, tapi kita juga nggak bisa bantu apa-apa. pasti jadi serba salah nantinya.
HRD Manager gue memanggil mereka satu per satu untuk diajak bicara mengenai pelepasan mereka. She got teary-eyed, karena banyak SPG gue yang meski masih muda tapi sudah berkeluarga dan punya anak – dan mereka pasti bingung mendadak kehilangan pekerjaan begini.

About half an hour later, HRD Manager gue manggil gue. dia bilang semua SPG masih nungguin gue.
they would like to say goodbye.

i was afraid. really.
i was afraid that i’d cry.

tapi gue akhirnya keluar .. they were all gathering, waiting for me.
i apologized to them for this.
mereka mulai bersalaman sama gue satu per satu, hanya mengucapkan selamat tinggal.
tidak ada pertanyaan. tidak ada kemarahan.
ada beberapa yang menangis di pelukan gue.
shit, i could feel my eyes watering.
gue menegaskan bahwa kebijakan ini diambil bukan karena mereka tidak bisa kerja, gue percaya bahwa selama kita sama-sama berusaha pasti bisa memperoleh hasil yang maksimal. dan gue juga doakan supaya mereka memperoleh rejeki yang lain di luar sana, yang lebih baik.

then they all went home, semuanya dengan mata merah dan berair.

*sigh*
i’ve just realized how hard it is to lay off somebody ..
even harder when you do it to 15 persons at the same time,
who had laughed together with you.

but i know this is even much harder for each of them.

duh.
mata gue jadi berair lagi ..

so today right in front of my eyes,
i can see clearly
my problems are nothing compared to theirs.
and stupid me,
for thinking
my problems are everything yesterday ..

*sigh*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s