harusnya ..

Standard

harusnya
kamu protes saja seperti biasanya kamu, saat saya datang terlambat kemarin
mengenai saya yang seharusnya sudah siap-siap dari pagi tak peduli konfirmasi perubahan rencana baru diterima satu jam sebelum waktu janjian yang seharusnya.
mengenai saya yang terlambat sehingga tidak sempat makan siang, dengan demikian kelaparan saya siang itu adalah salah saya sendiri.
tapi tidak.

kamu mengucapkan sebuah komentar pendek kemudian memilih untuk diam tidak berargumen saat saya membalas komentar kamu dengan setengah judes akibat mood yang berantakan, dan berusaha memperlakukan saya dengan baik dan mencoba memulai percakapan sepanjang jalan meski atmosfir rasanya begitu kaku.

harusnya ..
kamu protes saja seperti biasanya, saat kita setengah nyasar dalam proses menemukan tempat itu. dimana saya menelepon seseorang meminta petunjuk arah, tapi sepertinya semua itu tidak masuk ke akal saya yang mengalami kesulitan bernalar sehingga petunjuk itu pun tidak membantu kita menemukannya.
saat peta yang kita pegang justru terpotong di lokasi yang kita butuhkan karena saya salah copy-paste hari sebelumnya

tapi tidak.
kamu tidak banyak bicara, bersikap tenang dan mencoba untuk menemukan belokan yang kita cari dan mengacuhkan komplain saya yang kadang muncul karena kesebalan saya siang itu, dan sama-sama tersenyum dengan saya ketika akhirnya kita berhasil menemukan tempat tujuan itu.

harusnya ..
kamu tetap pada rencana semula saja seperti kesepakatan kita, dimana kamu tidak bisa mengantar saya pulang karena harus ke janji luar kota berikutnya
tapi tidak.
tanpa berargumen sama sekali kamu mengarahkan mobil mengantar saya pulang,
tanpa protes saat kita terhambat kepadatan lalu lintas,
tanpa protes saat lampu merah menghadang beberapa kali ..
dan tetap tersenyum saat akhirnya kita sampai di depan rumah saya meski saya tahu kamu masih harus menempuh perjalanan jauh lagi setelah itu.

dan ternyata kamu memilih untuk membiarkan saya kelaparan (cukup membelikan segelas juice apel untuk mengganjal perut) daripada membiarkan saya pulang sendirian naik transportasi umum karena keterbatasan waktu yang kamu miliki siang itu.

harusnya ..
kamu tetap saja bersikap menyebalkan
kamu tetap saja bersikap tegas dan suka ngomel
kamu tetap saja bersikap demanding
biar saya ada alasan untuk tidak berlunak hati kepadamu.

harusnya begitu!

argh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s