tale of the two exes

Standard

beberapa hari yang lalu (ya benar, sebelum internet kantor mati suri selama dua hari membuat dunia saya terasa begitu sepi dan menyedihkan .. argh. saya sudah menjadi internet-junkie rupanya! hwaaaa ..) saya menghadiri sebuah arisan.

yup. arisan yang itu. the one that i was dreading about.
arisan yang dihadiri oleh sang mantan pacar dan teman-temannya.
kali ini arisan itu diadakan di sebuah resto di Kuningan, masih dalam radius daerah jajahan saya, akhirnya saya memutuskan untuk hadir (agak-agak BU juga sih, jadi saya ingin mencoba peruntungan saya pada arisan kali ini)

saya berangkat kesana dengan memanfaatkan tawaran antaran seorang mantan pacar yang lain, yang kebetulan harus mengambil barang ke rumah saya, dan akan pergi ke tempat yang searah dengan tempat tujuan saya.

mantan pacar sama, yang pernah berkata begini saat saya meminta informasi mengenai suatu hal beberapa hari sebelumnya :

Dia : “Memangnya info itu buat apaan sih?”
Saya : “Buat temen gue, dia mau cari berita soal blablablablabla ..”
Dia : “Temen? Maksud lo mantan, kali?” (ternyata dia cukup ingat profesi mantan saya itu, yang cukup khas karena memang nggak semua profesi mengharuskan pengikutnya berlari mencari berita kesana-kemari)
Saya : “Iya,”
Dia : “Kenapa harus bilang temen sih? Bilang aja mantan pacar,”
Saya : “Laaahhh emangnya kalo mantan ga boleh dibilang temen ya? Kan emang udah temenan juga, gitu?”

anywaaaayyy ..
kemarin dia berbaik hati mengantar saya ke resto lokasi arisan yang dimaksud. sempet ada niat jail untuk sama-sama masuk ke resto, dan berlagak seperti sepasang kekasih (yuk deh, bahasanyaaa ..) tapi akhirnya kami mengurungkan niat kami itu.
i thought it would be too awkward for me to deal with. hehehehe.
akhirnya saya masuk ke resto, sementara dia langsung jalan ke tempat tujuannya semula.

sempet deg-degan juga, secara ini pertama kalinya saya datang arisan itu setelah putus. apalagi setelah melihat nama sang mantan yang peserta arisan ada di guest list tepat di atas nama saya.
tapi ternyata semuanya berjalan menyenangkan. wow.
his friends were all really friendly, and for the first time i can really see them as my friends too – not only the friends of an ex or something.
saya tidak banyak mengobrol dengan sang mantan, karena kemarin cukup banyak yang hadir, kami seringnya mengobrol dengan crowd yang berbeda – dan hanya sesekali berada di crowd yang sama. but everything was OK. gada yang namanya awkward moments or anything, PHEW!

Saat menjelang pulang, mendadak sang mantan bertanya :

Dia : “Pulang sama siapa?”
Saya : “Uhm, sendiri,.”
Dia : “Mau barengan nggak?”
Saya : “Oh boleh,”
(tebengan gratis tidak boleh ditolak, itu haram hukumnya! hahahahahaa)

beberapa detik kemudian ada salah satu teman yang bertanya pada saya :

Teman  : “Pulang bareng siapa, Cit?”
Saya : “Bareng XX” (menunjuk sang mantan yang berada di meja yang sama)
Mantan : “Kalo barengan itu biasanya searah ..”
(kalau menurut kondisi kita, sebenernya kita NGGAK searah banget. Saya di pinggiran Jakarta arah Bekasi, sedangkan dia rumahnya di pinggiran Jakarta arah ke Bogor)
Saya : (sempet mau bilang, “lah .. tadi kan’ lo yang nawarin?” tapi akhirnya cuma berkata santai) “Alaaa .. searah lah. rumah lo kan tinggal sekali naik tol JORR .. pelit bener ..”
Mantan : *ketawa*

jadilah malam itu saya diantar pulang sama dia.
seperti biasa, tak peduli apa yang terjadi sebelumnya – kami bisa aja nggak kontak selama berbulan-bulan, atau bisa saja saat-saat terakhir kami kontak suasananya lagi nggak enak, bahkan mungkin sampai nyolot-nyolotan segala — tapi setiap kali bertemu kembali, kami pasti mengobrol dengan begitu menyenangkan.
it’s like we’re coming back to the exact same spot where we left it, as the best of friends.

ah.
last weekend really taught me something.

when dealing with the ex,
just try to put aside all the heartbreaks, pain and disappointment toward your past relationship with him/her,
and you will be reminded how nice he/she is.
how funny he/she is.
how great he/she is as a person.

we can only fall for a person we think is great;
no one falls for someone we think is a loser or something.
so i think the person we fall in love with, must be great in some ways.
although he/she might be a loser in all the other ways😀
hehehehe ..

so now, i am proud to say,
i have fallen in (and out) of love with two great persons.
they really are.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s