mom-to-be

Standard

About few weekends ago, gue nginep di rumah alm. sepupu gue di Cinere, karena keesokan harinya ada acara di gereja sekitar, and i have to be there early in the morning. So i met my cousin-in-law, a tough, smart and vibrant woman with her two sons – Michael (8) dan Meschach (6), dimana keduanya adalah keponakan-keponakan favorit gue.

Gue sampai di rumah mereka hari Jumat jam 20.30, dan kedua keponakan gue itu lagi ngerjain PR buat hari Senin (nyokap mereka mau ke Batam hari Sabtu, jadi semua PR sudah harus selesai hari Jumat, supaya ada yang meriksa hasil PR mereka).
Gue dan sepupu gue pun langsung bagi tugas meriksa PR mereka, dan setelah semuanya selesai, Michael melanjutkan menggambar dan Meshach maen piano, untuk memamerkan hasil les-nya sama gue🙂

About half an hour later, sepupu gue jalan ke gereja bareng Michael (untuk cek persiapan acara besok) sedangkan gue tinggal di rumah bareng Meschach karena ada slide presentasi yang harus gw tambahin buat acara besok. Kita makan pizza bareng, terus pas gue kerjain presentasi, Meshach duduk di sebelah gue di sofa, sambil main game di ponsel. Dia tertarik pengen maen game di laptop gue, tapi gue bilang harus tunggu gue selesai kerja dulu.

But it took longer time than he expected.

Dia udah ngantuuukkk banget, padahal gue belum selesai kerja. gue bilang supaya dia tidur duluan aja .. dia sempat masuk ke kamar, dan 5 menit kemudian dia keluar lagi, duduk di sebelah gue lagi di sofa .. dan tidur di situ.

uhm.
seriously, gue bener-bener ga biasa akan kehadiran seorang anak kecil, yang rela tidur dulu di sofa, biar bisa nunggu gue selesai kerja dan bisa tidur sama-sama.

Dan akhirnya malam itu yang ada di otak gue cuma kelarin kerjaan secepatnya, biar segera masuk kamar. Meski mungkin gue prefer untuk ngoprek laptop untuk nunggu ngantuk, tapi gue tahu Meshach ga akan masuk kamar kalo gue belum masuk. Sedangkan bagi gue yang terpenting dia bisa segera tidur di tempat tidur, although it would mean that i’d have to spend hours doing nothing until i was able to sleep.
 

Sepuluh menit kemudian, gue matiin laptop, bangunin dia .. dan kita sama-sama masuk kamar, dimana dia langsung tertidur dengan lelap di atas tempat tidur – sementara gue masih mandi, nonton kartun Disney di kamar sampe sepupu gue dan Michael pulang.

huhuhuh.
begini ya rasanya jadi seorang ibu?
seorang ibu yang harus merelakan rencana dan kebiasaan-kebiasaannya, karena kehadiran seorang manusia kecil yang menunggu, yang tergantung pada kehadirannya, bahkan untuk melakukan hal-hal sederhana seperti pergi tidur ..


wow.
somehow,
it just felt amazing ..

trus kemaren gue pun nonton film Big Daddy-nya Adam Sandler .. hwaaaa … touchy .. :((

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s