Titipan

Standard

kemarin, dengan puas gue bangun jam setengah 9 pagi, berniat ga ke kantor dengan dalih pilkada (dan ongkos yang membengkak kalo dipaksain ke kantor, untuk beberapa jam kerja yang tidak bisa dikatakan efektif juga)

jam 10an, setelah bokap-nyokap balik dari TPS di taman tengah kompleks (mereka brangkat duluan, setelah mereka pulang barulah gantian gue dan kakak-kakak gue yang pergi), gue bertiga sama kakak-kakak gue beranjak ke taman itu ..

nyokap dengan nyengirnya bilang, “pilih nomer … yaaaa …”

jalan sedikit dari rumah, ketemu pangkalan tukang-tukang ojek langganan gue.

t.o (tukang ojek) : neng, ke pintu tol ga?

gue : nggak ..
t.o : nyoblos dong neng ..
gue : iya, ini baru mau nyoblos .. (nunjuk ke arah taman)
t.o : coblos nomer … yaaaa .. (sama gitu himbauannya sama mak gue)

nengok ke kanan ada pos hansip kompleks.

hansip : neng, tar milih nomer .. yaaaa .. (sama juga sama mak gue dan tukang ojek itu)

gue sama kakak-kakak gue ketawa aja.
(bang .. dimana-mana kalo nitip mesti ada duitnyaaaaa .. hahahaha ..)

neway, kita pun sampe ke TPS, gue ksi surat pengantar sama kartu pemilih gue ke petugas.

petugas : lho kok statusnya perempuan aja?

gue : lah, emang harusnya ada apalagi pak?
petugas : kok gada tulisan manis ato cantik di blakangnya?

halaaaaaaaaaahhhhhhhhhh ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s