Distracted

Standard

setelah makan siang yang terlambat tadi (baru break meeting jam 13.30! perusahaan tak berperikemanusiaan .. tangan gue sampe gemeteran kelaparan .. *hiperbolis*)

gue mencoba berbicara lewat telepon selama kurang lebih 30 menit,

seraya mengurus permintaan bos gue yang pengen koran Bisnis Indonesia-nya diambil dari mobil (info sekretarisnya, yang kemudian nelp supirnya, dikasiin koran sama supirnya, ngasiin koran balik ke bos gue)

seraya mengecek 4 voucher pembayaran yang harus ditandatangani kolom referensinya, karena gue yang mengajukan 4 tagihan itu (menerima voucher – menghitung ulang angkanya – mengecek deskripsi pembayaran – menandatangan – menyerahkan kembali pada orang keuangan)

seraya membalas senyum setiap orang yang melewati gue yang duduk di kursi di koridor, for the sake of some privacy, tapi malah semua orang yang lewat itu bikin gue distracted berat ..

sampe akhirnya gue nggak ngrasa bahwa gue sudah mengobrol dengan benar dan layak, pengen udahan dulu untuk sementara karena gue dah ga konsen, tapi berasa sayang karena temen ngobrol gue pun dah mau meeting dan biasanya setiap hari Senin kita memang agak susah nemu waktu yang pas lagi buat telepon-teleponan.

skrg telepon-teleponnya udahan, rasa distractednya masih tertinggal .. dan berasa pengen ngobrol lagi dengan fokus yang benar, because really, i miss that person.
tapi nggak mungkin. not until later tonight, or tomorrow.

dan skrg gue sudah merasa lapar lagi.

siyal!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s