02. Yang Kedua

Standard

dear diary
satu pelajaran baru, saya peroleh tadi malam
ya, dari sang pemain kawakan
bahwa cinta sangatlah rapuh
tak bisa dipertahankan


sambil merapatkan pelukan, dia bercerita soal rumahtangga yang dibinanya
yang menurutnya, dibangun dengan landasan cinta
tapi, apa jadinya kini?
haha, tadi malam, kami menghabiskan waktu di ranjang saya


apa yang kurang dari pernikahan mereka?
si wanita cinta suaminya
dan si pria cinta istrinya
mereka menganggap, semua persoalan sudah selesai
tapi ternyata dia salah
mereka salah
cinta saja tak cukup
dan ya, si pria memulai petualangannya


dia pun berkenalan dengan saya
hah. saya yakin, saya bukanlah perempuan pertama baginya
dengan pesona dan karisma seperti yang dia punya, dia bisa dengan mudah membuat perempuan manapun bertekuk lutut
cukup tersanjung kenapa dia memilih mendekati saya
diskusi profesional yang diakhiri dengan makan malam
sempat tercetus ide darinya untuk naik ke kamar yang ditempatinya sejak semalam
haha, dia kira dia bisa secepat itu menyentuh saya
dari setelan jasnya yang terjahit rapi dan jatuh sempurna di tubuhnya, saya tahu dia bukan lelaki sembarangan
saya tahu persis kantong itu masih menyimpan jauh lebih banyak rupiah daripada yang dia keluarkan untuk makan malam kami
apakah dia kira dia bisa membeli saya dengan sebuah makan malam?
hahaha.
permainan masih panjang, sayang

next part : 03. Break Up
previous part
: 01. Sang Pemain Kawakan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s