01. Sang Pemain Kawakan

Standard

dear diary
banyak orang bilang, jadi selingkuhan itu nggak enak
tapi nggak dengan saya
so far, saya masih enjoy dengan titel itu
yak, selingkuhan


ah, mungkin memang mereka berharap terlalu banyak
mereka pikir, dengan jadi selingkuhan di awalnya,
keadaan bakal bisa berubah nantinya
kalo sekarang jadi nomor dua, suatu saat nanti, mungkin bisa jadi nomor satu


tapi, ya
itu terlalu utopis


lalu, dari mana semua kenikmatan ini berasal?
hubungan yang sembunyi-sembunyi
kode-kode rahasia
pengalihan-pengalihan perhatian
dan semua bumbu-bumbu di hubungan ini..


tidak, saya tak pernah terpikir buat jadi nomor satu
karena memang, saya tidak menginginkannya
karena apa yang saya punya saat ini
lebih tinggi nilainya dari sekedar jadi si nomor satu
saya lah ancaman buat mereka
saya lah yang mengatur dan memegang kendali


nggak akan ada yang peduli kalau saya menjadi selingkuhan
tapi pasti akan banyak orang yang peduli kalo dia jadi peselingkuh
nah di situlah kartu truf saya
tinggal seberapa baik dia memperlakukan saya..


semuanya ada di tangan saya.
sms. percakapan telepon. tiket pesawat. slip pembayaran hotel atas namanya.
ah, harusnya si peselingkuh tak sebodoh itu membiarkan semuanya jatuh ke tangan saya


tapi entahlah
mungkin dia sudah keburu dimabuk asmara.
dimabuk nafsu. dimabuk syahwat.
sehingga tidak menyadari hal-hal kecil semacam itu


dialah mainan pertama saya
tidak, saya bukan orang yang terbiasa menjadi selingkuhan
tempted by the adrenalin rush,
saya belajar cara bermainnya
dari dia, sang pemain kawakan
si peselingkuh


next part : 02. Yang Kedua


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s