Scoop

Standard


Rating: ★★
Category: Movies
Genre: Drama

This movie is a feast for the eyes.
This movie is a feast for the eyes of the women.
well .. okaaayyy .. this movie is a feast for the eyes of the women who love Hugh Jackman, and I am proudly saying that I am one of them .. :))

hehehehe ..
tertarik nonton film ini karena melihat sosok Hugh Jackman di cover dvdnya. gue selalu suka sama aktor ganteng gagah perkasa satu ini, sampai rasanya gue jatuh cinta sama semua penampilan dia .. di x men, kate and leopold, swordfish .. duh apa lagi ya judul filmnya dia ..
dan kalau berharap melihat sosoknya yang ganteng di film ini .. well, you got it, girlfriend!

Film ini menceritakan tentang seorang jurnalis kuliahan, Sondra Pransky (Scarlett Johanssen) yang mendapat “bocoran” (aka “scoop”) tentang sang pelaku kasus Tarot Card Serial Killer, dari arwah reporter senior (gue lupa namanya) di saat dia sedang jadi sukarelawan di show seorang pesulap bernama Sidney “Splendini” Waterman.
Sondra penasaran, apalagi kasus ini menyangkut Peter Lyman (Hugh Jackman .. slurp!) anak seorang bangsawan Inggris yang tentunya punya reputasi tinggi. Gadis ini berusaha menyelidiki Peter Lyman, mencari fakta-fakta pendukung bocoran yang didapatnya .. sementara berusaha untuk melawan pesona Peter Lyman yang ganteng setengah mati ..

FYI, film ini diproduseri Warren Beatty .. sempat berpikir bahwa nama ini cukup memberi jaminan film yang menarik. ternyata nggak juga. storyline-nya datar dan sama sekali nggak “dalam” .. konflik pembunuhan yang menjadi ide utama dari penyelidikan Sondra malah dibahas dengan sangat minimal. Film ini seolah sibuk menceritakan petualangan Sondra dan Sidney dalam mencari bukti bahwa Peter Lyman adalah sang Tarot Serial Killer .. tanpa adanya perkembangan berarti selama 3/4 film, dimana perkembangan substansial baru terasa menjelang di akhir film. Klimaksnya datar .. endingnya biasa aja .. a bit predictable ..
Karakter Sidney yang menjadi partner Sondra mencari fakta, malah menurut gue agak menganggu dengan celotehnya yang merepet, panjang dan kadang kurang penting .. well, maybe that’s a part of his character, meski gue nggak melihat apa perlunya karakter seperti itu dengan jalan cerita film ini ..
Sound and visual effect biasa aja. Costume design-nya juga biasa aja. Ceritanya biasa aja.
Jadi apa ya yang luar biasa di sini ..

oh ya.
kegantengan Hugh Jackman, tentunya .. hehehehe :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s