Frekuensi telepon

Standard


saya baru tahu.

ternyata kemudahan seseorang untuk menelepon dari ponsel dengan frekuensi yang tinggi, berpengaruh terhadap dianggap/tidaknya orang itu.

semakin mudah seseorang menelepon dari ponsel, akan mengakibatkan semakin seringnya seseorang menelepon pihak lain (untuk mengurus sesuatu, acara tertentu misalnya).

sehingga pihak lain pun akan lebih sering berbicara dengannya – dan mengakibatkan di masa mendatang pihak lain tersebut akan cenderung untuk selalu bertanya/mengurus segala sesuatu dengan orang tersebut – meski sebenarnya itu bukan bagian dari pekerjaan orang itu.

dan membuat orang lain (yang seharusnya mengerjakan pekerjaan tersebut) seolah tidak dihiraukan.

tidak dihiraukan, hanya karena dia lebih sedikit menelepon pihak lain itu daripada orang pertama. atau mungkin karena dia selalu keduluan saat hendak menelepon pihak lain itu, karena orang pertama sudah menelepon duluan.

hehe. ribet ya.
tapi betul lho.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s