32 hours and a watery weekend ..

Standard

JAKARTA UNDERWATER: An aerial
View shows a vast flooded area in Cipulir and Ulujami subdistricts,
South Jakarta. Heavy rains from Wednesday evening through Thursday
afternoon have caused flooding in Jakarta due to poor drainage system
and lack of flood control facilities. (JP/R. Berto Wedhatama)

insiden banjir akhir minggu ini benar-benar luar biasa.

untuk gue pribadi, banjir ini hanya menyebabkan matinya listrik di rumah selama 32 jam, dan gue terisolasi di rumah karena daerah sekitar rumah gue terkena banjir, sehingga rasanya unreasonable kalau tetap pergi kemana-mana.

untuk kakak gue, banjir ini menyebabkan dia harus jalan dari Komdak ke Gedung Bulog di Gatot Subroto, dilanjutkan dengan jalan lagi dari Rumah Sakit Tebet sampai ke Cawang – dalam perjalanan pulang kantornya hari Jumat sore, karena tidak ada kendaraan umum.

untuk temen kantor gue, banjir ini menyebabkan dia harus evakuasi ke apartemen calon suaminya di Jakarta Barat hari Jumat, dan kembali ke rumahnya di Bekasi hari Minggu sore untuk menemukan bahwa rumahnya sudah kebanjiran setinggi paha.

untuk temen gue yang lain, banjir ini menyebabkan dia harus pulang naik ojek dari kantor (dan menitipkan mobilnya di kantor), menerabas banjir setinggi paha untuk mencapai rumahnya yang 10 sentimeter lagi bakal kebanjiran.

untuk temen gue satu lagi, banjir ini menyebabkan dua ponselnya terendam air dan di-hairdryer selama dua hari penuh untuk mencegah kerusakan, karena dia asyik berkelana dari site banjir satu ke site banjir yang lain untuk mengambil foto yang kemudian dimuat di harian yang tetap terbit meskipun jakarta seolah lumpuh tiga hari ini.

semua orang punya cerita banjirnya sendiri .. punya keluhan tersendiri .. dan terus terang, meskipun gue sempat mengeluh atas ketidakadaan listrik (therefore, membuat rumah gue juga nggak ada air) tapi gue langsung merasa nggak layak untuk mengeluh.

i know many people have been through in situation much much worse than me, and a close friend of mine, windu is one of them.

sejujurnya gue nggak bisa membayangkan berada di posisi temen gue itu, atau ribuan orang lain, yang nggak hanya harus mengalami mati listrik selama beberapa hari penuh, tapi juga harus evakuasi dari rumahnya yang terkena banjir, membayangkan seberapa besar kerusakan harta benda yang tidak sempat diselamatkan, totally clueless makanan berikutnya akan datang darimana, dan perasaan tidak tenang berusaha mereka-reka apakah permukaan air hari ini akan surut atau malah naik lagi ..

banyak orang berusaha membantu meringankan beban para korban banjir ..
ada yang bikin dapur umum ..
ada yang mencemplungkan seribuan ke belasan kaleng/kardus yang diacungkan oleh korban banjir dari tepian jalan yang sudah tergenang setinggi betis ..
ada juga selebriti kita, yang ceritanya mau membantu sampai terjun ke lokasi banjir .. tapi pakai diliput kamera infotainment segala .. dan menceritakan seberapa senangnya dia bisa ikut merasakan penderitaan mereka yang terkena banjir .. just like a prissy princess who steps down from her throne in order to join “rakyat jelata yang terkena banjir” .. yang entah kenapa akhirnya malah mengurangi respek gue atas tindakan yang dia lakukan.

for short, everyone tries to help as much as he/she can.

hang in there ..
selalu ada pagi setelah hujan semalaman ..
the sun will shine back soon.
we know it will.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s