Sunday bike crash ..

Standard

Hari Minggu yang lalu (pas masih di Bandung), gue dan temen-temen gue baru abis makan siang .. nebeng temen kita yang mau ke ITB, buat ngambil angkot ke BEC.

di depan sabuga-itb, mendadak ada kecelakaan motor yang lewat jalur berlawanan sama kita. penumpang mendadak kelempar ke tepi jalan, dimana dia tergeletak gitu aja sementara motornya berhenti ga jauh di depan dia.

kita langsung brentiin mobil, nyebrang dan nolongin ibu yang tergeletak itu. kepalanya bersimbah darah .. bajunya terbuka dan helm-nya tergeletak ga jauh dari dia. kita bawa ibu itu ke rumah sakit (sementara suami/adiknya nyusul naik motor) di depan orang-orang yang menatap kita dengan pandangan menuduh.

menganggap bahwa kita nolongin ibu itu, karena motor itu kita yang nabrak.

seriously, kenapa sih orang-orang?
memangnya kalau kita nolongin orang, cuma bisa didorong oleh rasa bersalah atau rasa tanggung jawab karena orang itu terluka karena perbuatan kita?

dan pas di jalan ke rs borromeus (buat yg tahu bandung, pasti ngeh kalau jarak sabuga-itb sama borromeus tuh deket banget, cuma tinggal jalan menembus jalan ganesha dan langsung sampai di depan rumah sakit) .. but it takes us almost 10 minutes to go there, karena seperti biasa semua angkot egois itu ngetem seenaknya .. nggak mau ngasih jalan saat kita berusaha untuk menyeberangi jalan dago untuk sampai ke borromeus.

sampai di borromeus, langsung minta tolong satpam untuk bawa kursi roda, dimana satpam itu membantu kita mindahin ibu itu ke kursi roda yang kemudian didorong ke bangsal UGD.

masuk ke bangsal UGD, kita udah sampai jalan ke tengah ruangan, tetep aja gada suster atau petugas rumah sakit yang nyamperin kita. padahal sekali liat, orang pasti tahu ibu-ibu itu terluka parah.
akhirnya kita samperin seorang suster, yang kemudian mengarahkan kita ke ranjang 12B (yang ranjangnya juga harus ditarik dari sudut ruangan sama satpam baik hati itu, bukannya standby di ruang kecil tertutup tirai bernama 12B itu) .. dimana ibu itu dibaringkan di sana.
seorang suster dateng, mendata ibu itu .. sementara gue dan temen-temen gue ke mobil sebentar (yang diparkir di basement) untuk ngambil helm dan tas ibu itu ..

we took like, 15-20 minutes, karena selain ngambil helm dan tas, kita juga bersihin jok mobil temen gue yang terkena darah dari ibu itu ..

pas sampai di bangsal itu lagi, guess what?
tetep aja ibu itu tergeletak di sana .. dan SAMA SEKALI belum ada suster/dokter yang melihat keadaan dia.

HAH?!

gue dan temen gue ke station suster/dokter itu, dan minta ada yang melihat keadaan ibu yang baru kecelakaan itu .. dan gue disambut dengan jawaban ketus dari seorang BERSERAGAM SUSTER, bahwa semua suster itu ada sektor-sektornya (sektor bangsal sebelah kanan/kiri/atau apalah), semua lagi pada sibuk, dan nanti juga suster yang jaga di sektor kita juga pasti bakal dateng untuk melihat keadaan ibu itu.
she’s answering my question, by sitting behind a desk .. sama sekali ga keliatan dia lagi sibuk mondar-mandir kesana-kemari membantu suster lain yang mungkin kewalahan karena jumlah pasien yang banyak.

okay, maybe that’s not her main task.
maybe she’s assigned to do administerial stuff or something.
tapi .. bukannya dia suster?
apa sih, susahnya, ngeliat ibu-ibu sebentar .. untuk ngecek kondisinya, seberapa parah lukanya .. dan ngasih pertolongan pertama atau apa?
bisa aja kan, kita yang awam ini menaruh ibu itu pada posisi yang salah, yang akhirnya menambah parah lukanya?

dengan muka dan nada suara judes itu, dia bener-bener ga nunjukkin tanda bahwa dia akan bangkit berdiri dan ikut sama kita liat ibu itu (meski mungkin dia ga bisa berbuat banyak) ..

akhirnya, gue dan temen gue menyingkir dari situ .. agak taken aback dengan respon suster itu yang sama sekali nggak menolong (maupun menunjukkan itikad mau menolong, meski mungkin ga bisa) .. tapi mendadak ada dokter yang mensejajarkan langkahnya sama kita, dan minta ditunjukkin dimana ibu-ibu itu berada.

Thank God.
dokter itu langsung memeriksa kepala ibu itu yang berdarah .. melakukan prosedur untuk mengatasi pendarahan yang sepertinya menggumpal di dalam (temen gue bilang di kepala ibu itu ada benjolan cukup besar) ..
kelihatannya ibu itu sudah berada di tangan yang tepat .. karena itu gue dan temen-temen gue minta diri dari situ ..

temen gue bilang, di UGD RS Borromeus memang biasanya gitu.
dulu gue juga pernah masuk UGD Borromeus jam 3 pagi, karena keracunan makanan. saat itu bangsal sepi, sehingga sepertinya gue nggak nunggu terlalu lama sebelum ada suster yang liat kondisi gue. it was like, 4 years ago. entahlah kalau sekarang.

anyway,
do you know why the accident happened at the first place?

ibu itu mau kondangan .. she wore pretty clothes, she wore make-up, dan dia pakai selendang sebagai aksesoris pelengkap.

selendang itu yang kemudian nyangkut di roda motor, dan menariknya hingga terpental dari motor dan jatuh ke aspal/tanah.

suami/adik ibu itu harus melepas selendang itu dari jari-jari motor, sebelum kemudian menyusul kita dalam perjalanan ke rumah sakit.

well .. mungkin kalau naik motor, harus hati-hati kalau pakai selendang atau rok panjang berkibar. jangan sampai semua itu yang akhirnya menyebabkan kecelakaan. pengen modis, tapi akhirnya malah celaka. mendingan selendangnya disimpen aja dulu .. baru dipake kalau udah turun ..
dan .. jangan lupa kancingin tali helm!!!

maap gada foto .. bukan acara reportase soalnya. lagian, ga mungkin juga, di saat orang celaka, bukannya nolongin tapi gue malah asik ngambil foto.
haha. ternyata gue masih punya hati sehingga tidak mampu menjadi seorang fotojurnalis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s