Destructive Self-Help

Standard

akhir-akhir ini gue menghindari yang namanya tulisan/buku Self-Help ..
ini sebabnya :

buku/tulisan Self Help selalu memaparkan beragam ide, pandangan ..
membuat gue jadi berpikir ..
membuat gue jadi melakukan refleksi dan introspeksi terhadap hidup gue sekarang, terhadap apa yang gue jalani ..

saat ada gap/ketidakcocokan/ketidaksesuaian antara realitas dengan hal-hal baik yang “seharusnya” atau “normalnya” terjadi yang ada di tulisan itu ..
mulai terasa menganggu ..
mulai merasa bahwa ada yang salah dengan hidup gue,
ada yang salah dengan apapun yang sedang gue jalani sekarang ..

saat ada kecocokan antara realitas dengan hal-hal buruk yang “tidak seharusnya” atau “tidak normal” terjadi dalam tulisan itu ..
mulai merasa bahwa hidup gue ternyata salah ..
harus ada yang dikoreksi
tindakan perbaikan harus dilakukan ..

dan seringkali tindakan perbaikan yang nggak perlu ini malah jadi merusak semuanya.

gue kemudian berhenti membaca tulisan-tulisan seperti ini ..
karena gue nggak percaya sama yang namanya STANDARISASI

hidup setiap orang, hubungan setiap orang, punya ciri khas dan perniknya sendiri
nggak ada yang bisa bilang perilaku A pasti berarti B, karena tentu mengartikan suatu perilaku pasti nggak lepas dari konteks, situasi dan kondisi yang terjadi ..

dulu gue berpikir, saat gue tidak setuju dengan apa yang ditulis di sana ..
apakah berarti gue sedang dalam proses denial?
menolak untuk melihat sebuah realitas?
tulisan itu membuat gue meragukan apa yang gue jalani .. apa yang gue percayai ..

padahal tulisan itu adalah sebuah usaha standarisasi
usaha untuk menyamaratakan setiap hidup dan hubungan yang ada di seluruh dunia
dengan tidak menghiraukan kekhasan dari setiap hidup dan hubungan itu ..

gue memutuskan ..
untuk menjalani apa yang gue percaya ..
untuk menjalani apa yang gue yakini ..
hanya gue yang tahu apa yang terjadi dengan hidup gue .. dengan hubungan gue ..
hanya gue, bukan orang lain ..
apalagi para-para pakar itu, yang bahkan nggak mengetahui keberadaan seorang manusia bernama citra savitri di dunia ini ..

gue lebih suka membaca apa yang mereka sebut “contemplating books”
buku yang penuh dengan konsep sederhana ..
yang mengajak berpikir, bukannya menghakimi ..
yang membiarkan kita mengambil keputusan sendiri, bukannya mendiktekan apa yang harus kita lakukan ..
membiarkan perubahan datang dari dalam diri ..

bukankah pendewasaan itu juga harusnya datang dari dalam, bukan dari luar?

*salahsatupemikiranyangtimbulsaatliburankemarin*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s