a gate to everywhere

Standard


Sejak dulu gue suka banget sama lapangan terbang. Dulu, pas gue belum pernah naik pesawat, kayaknya ke airport untuk jemput orang aja udah antusias banget. Apalagi pas gue naik pesawat pertama kalinya ke Kuala Lumpur, jaman kuliah dulu, dalam rangka studi ekskursi.


Agak-agak norak sih, gue sibuk mengamati interior airport, sibuk mengingat-ingat prosedur kalau kita mau boarding, dan deg-degan menunggu saat-saat take off yang (sampe sekarang) terasa menyebalkan itu ..


Kenapa gue suka sama airport?


I tend to regard airport as a gate to everywhere.


Di airport, kita cuma “one-flight-away” dari tujuan apapun di dunia. Negara manapun. Tempat manapun. Oke. Mungkin nggak selalu “one flight” ya .. kadang2 bisa transit, connect sama flight lain .. tapi intinya, dari airport lo bisa pergi kemana aja.


Itu baru airport Cengkareng. Mungkin lebih excited lagi kalo gue ada di airport Singapura (gue lupa namanya apa) atau di Schiphol, yang katanya airport tersibuk di seluruh dunia.


Ngeliat nama-nama kota di seluruh penjuru dunia di board daftar penerbangan itu .. that always gets me excited, dan berkhayal kapan gue bisa menjelajah semua tempat itu.


Dan itulah yang membuat gue sukaaaa banget sama airport.


 


And you know what?


Pertama kalinya gue nunggu tebengan di pintu tol Pondok Gede Timur, gue mendapatkan sensasi yang sama. Di pintu tol itu, ada jalur khusus bis, dengan jurusan beraneka rupa.


Subang. Karawang. Cirebon. Bandung. Sukabumi. Cikarang. Bekasi.


You name it.


Di arah sebaliknya pun (arah Jakarta), jurusannya macem-macem.


Senen. Pasar Baru. Kali Deres. Merak. Balaraja. Blok M. Lebak Bulus. Kampung Rambutan. Bogor.


 


Wow. Ternyata pintu tol itu juga “a gate of everywhere”.


Ok, not exactly EVERYwhere .. at least ANYwhere in West Java, or Jakarta (untuk arah sebaliknya).


 


 


Dan pintu tol itu juga selalu menggoda gue setiap gue lagi jenuh sama kerjaan kantor.


Menggoda gue untuk melompat ke atas bis jurusan Bandung .. yang lewat di depan gue setiap beberapa menit sekali … untuk kabur dari segala rutinitas yang membosankan ..


 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s