so long, dear cousin .. (part 2 : the aftermath)

Standard

Setelah pemakaman kemarin, mendadak
ada kejadian “nggak biasa”. Kejadian ini cuma diketahui oleh pihak keluarga,
secara hampir semua tamu langsung pulang dari TPU Tanah Kusir ..
Pacarnya sepupu gue (sepupu alm.
juga) mendadak memberikan empat halaman kertas bertuliskan tangan acak-acakan,
yang kemudian diketahui bahwa itu adalah tulisan tangan almarhum. Surat itu ditujukan ke
istrinya, saudara kembarnya dan istrinya, juga kepada mertuanya – semua bertuliskan
pesan-pesan terakhir darinya.

Jadi, saat kebaktian tutup peti
malam sebelumnya, pacar sepupu gue ini (namanya Diaz) merasakan tangannya
bergerak-gerak seolah mau menulis sesuatu. Ga ada kertas ataupun pulpen, jadi
dia hanya menggerakan jari-jarinya di atas paha, dan membaca dengan benaknya,
dan kaget sendiri saat menyadari bahwa yang ditulisnya adalah pesan dari
almarhum. Kejadian ini terulang lagi keesokan pagi, di hari pemakaman, yang
akhirnya membuahkan empat halaman surat
tersebut.

Tulisan di surat itu menyebut dirinya dengan panggilan
alm terhadap dirinya sendiri, dan dia juga menyebutkan suatu fakta yang nggak
mungkin diketahui oleh Diaz. Dan sepupu ipar gue (istri almarhum) pun bilang
bahwa tulisan ini adalah tulisan almarhum.

Intinya, surat itu berisi semua yang seolah ingin
diungkapkan oleh alm untuk terakhir kalinya. Ia menitipkan kedua anaknya kepada
kembarannya (yang malam sebelumnya berjanji sepanjang kemampuannya, dia bakal bertanggung
jawab atas kedua keponakannya itu), berterima kasih kepada mertuanya yang lebih
ia rasakan kasih sayangnya daripada keluarganya sendiri, dan berterima kasih
kepada istrinya – atas ketabahan dan kekuatan yang sudah diberikan, bahwa dia
adalah anugrah terindah yang pernah diberikan Tuhan padanya.

“I do love you, until we meet again
..”

Sepupu ipar gue bilang bahwa
sebelum surat
ini datang, ia memang sedang menunggu kabar dari almarhum, simply to let her
know where he is .. dia nggak tahu bagaimana caranya, tapi dia mengharapkan ada
kabar dari almarhum suaminya, mungkin karena suaminya memang pergi tanpa
mengucapkan apa-apa.
Kemudian surat ini datang.

Terlepas dari benar atau tidaknya surat ini (karena almarhum adalah orang yang biasanya
nggak pernah percaya sama hal-hal kayak gini), menurut gue surat ini udah memberikan jawaban bagi yang
menunggu ..
memberikan penghiburan bagi yang berduka ..
memberikan pelepasan bagi
yang masih menanti ..

Oh ya, surat itu juga bilang ..
bahwa surga itu ada ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s