Karena aku tak pernah meninggalkannya ..

Standard

Cerita ini gue dapet dari email .. sebenarnya ga terlalu istimewa tapi kayaknya sesuai dengan topik hari ini ..🙂

Namaku Linda dan aku memiliki sebuah kisah cinta yang memberiku sebuah
pelajaran tentangnya. Ini bukanlah sebuah kisah cinta hebat dan
mengagumkan penuh gairah seperti dalam novel-novel roman, walau begitu
menurutku ini adalah kisah yang jauh lebih mengagumkan dari itu semua.

Ini adalah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda Alhabsyi dan ibuku, Yasmine Ghauri. Mereka bertemu di sebuah acara resepsi
pernikahan.  kata Ayahku ia jatuh cinta pada pandangan pertama ketika Ibuku masuk ke dalam ruangan dan saat itu ia tahu, inilah wanita yang
akan menikah dengannya. Itu menjadi kenyataan dan kini mereka telah
menikah selama 40 tahun dan memiliki tiga orang anak, aku anak tertua,
telah menikah dan memberikan mereka dua orang cucu.

Mereka bahagia dan selama bertahun-tahun telah menjadi orang tua
yang sangat baik bagi kami, mereka membimbing kami, anak-anaknya dengan
penuh cinta kasih dan kebijaksanaan.

Aku teringat suatu hari
ketika aku masih berusia belasan tahun. Saat itu beberapa ibu-ibu
tetangga kami mengajak ibuku pergi ke pembukaan pasar murah yang
mengobral alat-alat kebutuhan rumah tangga. Mereka mengatakan saat
pembukaan adalah saat terbaik untuk berbelanja barang obral karena saat
itu saat termurah dengan kualitas barang-barang terbaik.

Tapi ibuku menolaknya karena ayahku sebentar lagi pulang dari
kantor.
Kata ibuku,”Mama tak akan pernah meninggalkan papa sendirian”.

Hal
itu yang selalu dicamkan oleh ibuku kepadaku. Apapun yang terjadi,
sebagai seorang wanita aku harus patuh pada suamiku dan selalu
menemaninya dalam keadaan apapun, baik miskin, kaya, sehat maupun
sakit. Seorangwanita harus bisa menjadi teman hidup suaminya. Banyak
orang tertawa mendengar hal itu menurut mereka, itu hanya janji
pernikahan, omong kosong belaka. Tapi aku tak pernah memperdulikan
mereka, aku percaya nasihat ibuku.


Sampai suatu hari, bertahun-tahun kemudian, kami
mengalami duka, setelah ulang tahun ibuku yang ke-59, ibuku terjatuh di
kamar mandi dan menjadi lumpuh. Dokter mengatakan kalau saraf tulang
belakang ibuku tidak berfungsi lagi, dan dia harus menghabiskan sisa
hidupnya di tempat tidur.

Ayahku, seorang pria yang masih sehat di usianya yang lebih tua,
tapi ia tetap merawat ibuku, menyuapinya, bercerita banyak hal padanya,
mengatakan padanya kalau ia mencintainya. Ayahku tak pernah
meninggalkannya, selama bertahun-tahun, hampir setiap hari ayahku
selalu menemaninya, ia masih suka bercanda-canda dengan ibuku. Ayahku
pernah mencatkan kuku tangan ibuku, dan ketika ibuku bertanya,
“Untuk
apa kau lakukan itu? Aku sudah sangat tua dan jelek sekali”.

Ayahku menjawab, “Aku ingin kau tetap merasa cantik”.

Begitulah
pekerjaan ayahku sehari-hari, ia merawat ibuku dengan penuh kelembutan
dan kasih sayang, para kenalan yang mengenalnya sangat hormat
dengannya. Mereka sangat kagum dengan kasih sayang ayahku pada ibuku
yang tak pernah pudar.

Suatu hari ibu berkata padaku sambil tersenyum,
“Ayahmu tak akan pernah meninggalkan aku…kau tahu kenapa?”
Aku menggeleng, dan ibuku melanjutkan,
“karena aku tak pernah meninggalkannya…”

Itulah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda Alhabsyi dan ibuku,
Yasmine Ghauri, mereka memberikan kami anak-anaknya pelajaran tentang
tanggung jawab, kesetiaan, rasa hormat, saling menghargai, kebersamaan,
dan cinta kasih. Bukan dengan kata-kata, tapi mereka memberikan contoh
dari kehidupan mereka.

dari airputih@yahoogroups.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s