akukamu

Standard

kangen ..

kangen sama tengilnya kamu

aku nggak bisa percaya kok bisa ya kangen sama tengilnya kamu

yang bikin aku rasanya selalu pengen noyor kamu ..

kangen sama komentar cerdas kamu

kangen ngobrolin apa aja sama kamu

dari masalah abortion legislationnya George Bush, preemptive actions,

sampai ke buku noddy, steven sterk dan sanggar cerita cinderella ..
dua jam ngobrol dalam semalam
and still, rasanya seolah tidak mau berhenti

masih ingat saat aku belum jadi pacar kamu
that ‘cheesy line’ game
saat aku kirim salah satu cheesy line itu ke kamu via sms
“okay, here I am. What are your two other wishes?”
dan kamu langsung nelepon, dan bilang dengan lugas
“to have a date with you on Friday, and to have a second date with you,”
saat itu
aku tahu kamu berbeda

saat kamu mendadak menggamit tangan aku pas kita baru pertama kali jalan
awalnya jengah dan salah tingkah
you let go my hand
but then you hold it again
tangan aku mulai terbiasa dengan tangan kamu
bahkan mulai timbul keinginan untuk selalu digenggam, dan tidak dilepaskan lagi

kangen saat kita ngobrol di mobil kamu
kamu bisa membaca semua ketakutan aku .. semua kekuatiran aku ..
dan saat itu kamu bilang sama aku ..
“kalau ada apa-apa .. kasih tahu aku ya. we’ll work it out. okay?”
and somehow,
I know I can believe you.

kangen kamu yang seringkali berucap
“cit .. where have you been, sih?”
awalnya terasa aneh dan tidak biasa
tapi lama-lama
I realize how true it was ..
you seemed to be someone that I’ve been looking for all this time

dan semoga untuk kamu
I also seemed to be someone that you’ve been looking for all this time ..

malam itu terasa begitu ajaib
tanpa sengaja aku ngajak kamu untuk pre-buy tiket da vinci code, untuk show beberapa hari setelahnya
padahal bisa saja malam itu berakhir disitu
dan tidak berlanjut kemana-mana
but i guess deep inside my heart, i don’t want it to be our last date

dan saat kamu bilang,
“this is not our last date, isn’t it?”
kamu memandang aku, menunggu jawaban aku ..
aku nggak tahu apa yang ada di benakmu saat itu
yang pasti aku kemudian menggeleng
“no, this is not the last,”
karena memang tidak pernah terpikir sedikitpun untuk menjawab sebaliknya
and I am glad
malam itu ternyata memang bukan malam terakhir aku sama kamu

kangen sama ketawa kamu
kangen sama mata kamu yang bersinar
kangen sama kerut-kerutan di sudut mata kamu saat kamu ketawa
kangen sama mata kamu yang kadang melihat aku dengan sedikit menerawang
dan kemudian bilang “i love you, i really do,”
meski kadang juga dilanjutkan dengan kalimat tengil
“is it ..?”
(bisa aku atau bisa juga kamu yang mengucapkan itu)

kangen sama pelukan kamu ..
kangen sama wanginya kamu ..
kangen kedua lengan kamu yang memeluk aku
seolah nggak mau membiarkan aku pergi ..

s i g h ..

semuanya terasa ajaib .. terasa begitu menyenangkan .. berharap semua ini tidak segera pergi dari aku ..

i l o v e y o u .. f r a n s i s c u s x a v e r i u s m a r i o h a d i w o n o ..

i really do.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s