Mengejar Matahari — revised review

Standard
Rating: ★★★★
Category: Movies
Genre: Other

The Best Indonesian movie! Ever! hehehehe.. mungkin memang subjektif.. tapi menurut gw film ini bagus banget! Wajar.. nggak berlebihan… nggak kayak sinetron yang cuma menjual mimpi! hehehe.
jadi.. ceritanya.. ada 4 orang sahabat dari kecil yang sama-sama tinggal di lingkungan rumah susun. Ada Ardi (Winky) yang baik namun tidak pernah bahagia dengan keluarganya akibat Ayahnya yang terlalu keras, Nino yang nggak pernah mau ribut dan punya keluarga yang kaya dan bahagia, Damar yang nggak sabaran dan suka berantem, dan Apin (Udjo)–kesayangan keempat sahabat itu yang suka sekali merekam segalanya dengan video-cam.
Kedekatan persahabatan mereka ditampilkan melalui berbagai adegan–termasuk saat mereka sedang melakukan permainan favorit mereka: Mengejar Matahari–balapan lari keliling kompleks rumah susun.
Konflik dimulai saat mereka masih kecil namun menyaksikan Robert, preman setempat dan gang-nya menganiaya seorang pemuda hingga mati. Kejadian ini dilaporkan ke polisi, dan dalam waktu singkat Robert dibekuk polisi.
Bertahun-tahun kemudian, keempat sahabat ini menginjak masa SMU.Robert, setelah bertahun-tahun mendekam di penjara, dibebaskan dan kembali ke rumah susun itu bersama teman-teman satu geng-nya. Robert menuntut balas pada Ardi dan teman-temannya, yang sudah menjebloskannya ke dalam penjara.
Persoalan lain juga muncul saat seorang gadis bernama Rara pindah ke lingkungan rumah susun, yang akhirnya membuat Ardi dan Damar jatuh cinta padanya. Hal ini pun merusak persahabatan mereka, karena Damar menuduh Ardi merebut Rara.
Semuanya semakin memburuk saat Robert menyerang Apin dari belakang dan menikam punggungnya…

Menurut gw film ini bagus banget… pengenalan karakter masing2 pada beberapa menit pertama benar-benar membantu kita memahami reaksi setiap tokoh utamanya (Ardi, Damar, Apin dan Nino).
Endingnya juga bagus.. nggak idealis–yang biasanya cenderung untuk membuat akhir film dimana semua tokohnya kembali bersatu dan hidup bahagia–tapi memang begitulah film itu harus berakhir.

Up-Side:
cerita yang sederhana namun kuat, dan akting yang bagus! Juga pemilihan adegan2 yang sangat membantu emotion-building penonton
Down-side:
Detil2 kecil yang kurang sinkron dengan cerita, seperti Rara yang menurut gw kurang match (it’s way too fashionable for someone who had just got poor and lives in public housing). Juga angkot yang digunakan Rara untuk pergi kerja (Kp.Melayu-Bekasi.. tapi ditambah teks ‘lewat Tanah Abang’.. Hueh?! Sejak kapan?! Nah lu..) — sebenarnya cukup lucu, tapi tidak ditempatkan di saat yang tepat, jadi sedikit menganggu cerita..
Juga kurangnya penggambaran atas hubungan Damar-Rara, fokus terlalu banyak pada Ardi dan Rara, sehingga tidak semua orang menyadari kalau Damar juga menyukai Rara..
Favorite Scene:
Saat Ardi menonton rekaman video dari handycam Apin.. close-up wajah Ardi yang berubah perlahan2.. until he broke down and cried.. sumpah.. adegan itu keren banget!

newaay..
film ini tetap film Indonesia yang paling bagus yang pernah gw tonton!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s